Apa Sebenarnya Etilen Glikol Butil Ether? Zat Berbahaya Diduga Penyebab Gagal Ginjal Akut

Purwokerto Suara.Com
Kamis, 20 Oktober 2022 | 19:54 WIB
Apa Sebenarnya Etilen Glikol Butil Ether? Zat Berbahaya Diduga Penyebab Gagal Ginjal Akut
ilustrasi obat sirup (pixabay)

PURWOKERTO.SUARA.COM Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM ) merilis produk obat sirup tercemar etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG) melebihi ambang batas. Hasil penyelidikan menyebutkan terdapat zat berbahaya pada obat sirup yang diduga menyebabkan gagal ginjal akut.

Kemenkes mengungkapkan tiga zat berbahaya salah satunya etilen glikol butil ether.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut masing-masing tiga zat berbahaya itu adalah etilen glikol (EG), dietilen glikol (DEG) dan etilen glikol butil ether (EGBE). 

Obat sirup seharusnya tidak mengandung tiga zat tersebut, jikapun ada, kadarnya harus sangat rendah sehingga tak meracuni tubuh.

Lalu, seberapa berbahaya zat tersebut dan apa fungsinya?

Mengenal Etilen Glikol Butil Ether

EGBE merupakan cairan bening dan mudah terbakar dengan bau yang ringan dan diproduksi dengan mereaksikan etilen oksida dan butanol normal (n-butanol) menggunakan katalis. 

Dalam situs Science Direct menyebutkan jika rasio etilen oksida terhadap n-butanol lebih besar dari satu maka monoeter di- dan trietilen glikol diproduksi bersama dengan EGBE.

Sementara itu Samchem Prasandha menyebut etilen glikol butil ether mampu larut dalam air dan bisa bercampur dengan minyak mineral bahkan sabun sehingga sering digunakan untuk produk industri maupun rumah tangga. 

Baca Juga: Digadang-gadang Jadi Peluang, Bandara JB Soedirman Purbalingga Kini Jadi Beban

EGBE biasanya digunakan dalam produk pembersih, tinta, cat dan pelapis. Salah satu dampaknya jika dikonsumibagi akan mengalami gangguan pernapasan, sakit tenggorokan, batuk, sakit kepala dan mual.

Jika zat kimia ini tertelan dalam tubuh, kemungkinan akan terjadi iritasi pada saluran pencernaan dengan gejala seperti mual, muntah dan diare. Lebih serius dapat memicu keracunan sistemik dengan gejala yang paralel dan gejala inhalasi. 

Dalam jangka waktu lama dan berulang dapat menyebabkan kerusakan pada hati, sistem limfoid, darah dan  ginjal. Kasus gangguan ginjal inilah yang kini banyak terjadi.

Gagal ginjal akut terjadi saat kondisi di mana ginjal tidak lagi mampu membuang zat beracun dan cairan berlebih dari dalam tubuh. Fungsinya juga tak dapat menyeimbangkan air dan elektrolit dengan optimal. Sedangkan ginjal berfungsi untuk menyaring kotoran dalam tubuh dan membuangnya melalui air kencing.

Meski begitu Kepala Biro Komunikasi Kemenkes, dr. Siti Nadia Tarmizi mengungkap tiga zat kimia ini sering ditemukan dalam obat sirup sebagai pelarut, dan umumnya tak berbahaya dan tidak menyebabkan gagal ginjal akut. (iruma cezza)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI