Didampingi Akademisi UNDIP, Petani Desa Majatengah Banjarnegara Belajar Menyuling Kapulaga Jadi Minyak Atsiri

Purwokerto

Sabtu, 05 November 2022 | 10:11 WIB
Didampingi Akademisi UNDIP, Petani Desa Majatengah Banjarnegara Belajar Menyuling Kapulaga Jadi Minyak Atsiri
Praktik penyulingan kapulaga di Desa Majatengah, Banjarnegara

PURWOKERTO.SUARA.COM, BANJARNEGARA-Petani di Desa Majatengah Kecamatan Banjarmangu, Banjarnegara kini kembali bersemangat. Ini setelah mereka kedatangan Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik dari Universitas Diponegoro Semarang. 


Mereka tak sekadar menjalani formalitas KKN sebagai syarat kelulusan. Lebih dari itu, 19 mahasiswa dan mahasiswi semester akhir itu menjalankan misi pengabdian. 

Melalui program Iptek bagi Desa Binaan Undip (IDBU), UNDIP sengaja mendatangkan mahasiswanya untuk membantu menyelesaikan persoalan di Desa Majatengah.

Program ini melibatkan beberapa guru besar dan dosen atau ahli teknik UNDIP.

Mereka meliputi Prof. Dr. Dra. Meiny Suzery, MS, Prof.Dr.Widayat, ST, MT, Norman Iskandar, ST.MT, dan Dr. Ir. Sulardjaka, ST. MT, IPU. ASEAN Eng.

Mahasiswa yang didatangkan memiliki kompetensi untuk menyelesaikan problem masyarakat desa. 

Untuk diketahui, Desa Majatengah memiliki potensi yang besar di bidang pertanian karena memiliki tanah yang subur. 


Komoditas utama para petani Desa Majatengah adalah buah salak dan rempah kapulaga


Sayangnya, selama ini hasil usaha pertanian kapulaga kurang maksimal. Harga kapulaga sering kali anjlok hingga petani merugi. 

baca juga


Sementara petani tidak memiliki pengetahuan dan teknologi untuk pengolahan pasca panen. 


Masalah lainnya, petani sulit menjemur kapulaga di musim penghujan karena minim paparan matahari. Ini membuat kapulaga petani berjamur menurun kualitasnya. 


"Harga kapulaga pernah mahal saat pandemi. Lalu turun dan sekarang anjlok. Petani hanya mengikuti harga yang ditawarkan pengepul, " kata Kepala Desa Majatengah, Sarno


Masalah itu berhasil dipetakan oleh tim pengabdian masyarakat Undip di bawah bimbingan sejumlah guru besar dan pakar teknik Undip. 

Guru Besar Bidang Energi dan Teknik Kimia Prof.Dr.Widayat, ST, MT. mengatakan, masalah utama yang dihadapi petani di Desa Majatengah adalah dalam hal pengeringan dan pengolahan pasca panen. 


Petani sulit mengeringkan kapulaga karena curah hujan di daerah pegunungan itu cukup tinggi. Sementara kapulaga baru bisa dijual petani dalam kondisi kering. 


Petani juga belum bisa mengolah kapulaga yang harusnya menjadi solusi saat harga komoditas itu anjlok di pasaran. 


Karenanya, itu menjadi fokus perhatian pihaknya dalam program penelitian dan pengabdian ini. 


"Makanya kita buatkan rumah pengeringan untuk solusi agar petani bisa menjemur kapulaga di musim penghujan. Juga kita ajari penyulingan untuk pengolahan pasca panen, " katanya


Lewat tim KKN dari jurusan Teknik Kimia dan Teknik Mesin Fakultas Teknik Undip, petani dibantu agar bisa menyelesaikan masalahnya.


Komoditas pertanian apapun, ternyata bisa memiliki nilai tambah jika petani mampu mengolahnya. 


Salah satu peserta KKN, Berlian Aulia Salsabila dari Jurusan Teknik Kimia Undip mengatakan, jika diteliti lebih dalam, manfaat kapulaga tidak hanya sebagai rempah. Tanaman hutan ini memiliki banyak kandungan minyak atsiri. 


Hasil minyak atsiri dari pengolahan tanaman kapulaga dengan metode penyulingan dapat dimanfaatkan untuk banyak hal, seperti untuk bahan pewangi hingga kesehatan.


Pihaknya mengajari warga untuk menyuling tanaman kapulaga dengan distilasi. 


"Distilasi tanaman kapulaga dilakukan dalam skala gelas dan skala pilot, " katanya

Pihaknya berharap, pelatihan dan pembuatan minyak atsiri dari tanaman kapulaga dapat membantu mengembangkan perekonomian warga desa Majatengah.


Melalui pendampingan ini, warga Desa Majatengah dapat mengetahui bahwa tanaman kapulaga tidak hanya dapat dikomersialkan secara langsung. 


Lebih dari itu, tanaman tersebut dapat diolah menjadi minyak atsiri yang memiliki harga jual lebih tinggi.

Tak hanya melatih dan mendampingi, UNDIP juga menyerahkan alat destilasi serta alat ukur kadar air kapulaga untuk dimanfaatkan petani di Desa Majatengah. 

Setelah dilatih, petani yang sudah memiliki kemampuan mengolah kapulaga bisa memanfaatkan alat itu untuk kemaslahatan. 

Penyerahan alat ukur kadar air kapulaga dari UNDIP diwakili Norman Iskandar, ST.MT ke Ketua Kelompok Tani Ngantab Desa Majatengah

Penyerahan alat ukur kadar air dari UNDIP ke Ketua Kelompok Tani Ngantab Desa Majatengah [Karyanto]
Penyerahan alat ukur kadar air dari UNDIP ke Ketua Kelompok Tani Ngantab Desa Majatengah (sumber: Karyanto)

Pelatihan penyulingan Kapulaga menjadi minyak atsiri dengan paparan materi dari

Pelatihan penyulingan kapulaga menjadi minyak atsiri [Tim KKN UNDIP]
Pelatihan penyulingan kapulaga menjadi minyak atsiri (sumber: Tim KKN UNDIP)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jika J K Rowling Mengizinkan, Warner Bros Bakal Merilis Lebih Banyak Adaptasi Film Harry Potter

Jika J K Rowling Mengizinkan, Warner Bros Bakal Merilis Lebih Banyak Adaptasi Film Harry Potter

Purwokerto | Sabtu, 05 November 2022 | 07:00 WIB

Santri Naik ke Tower Diduga Ingin Bunuh Diri di Cilacap, Dibujuk Warga Turun tak Mempan

Santri Naik ke Tower Diduga Ingin Bunuh Diri di Cilacap, Dibujuk Warga Turun tak Mempan

Purwokerto | Jum'at, 04 November 2022 | 22:51 WIB

Ulasan Permainan Timnas Indonesia U-20 Lawan Moldova, Bertabur Peluang Nihil Gol

Ulasan Permainan Timnas Indonesia U-20 Lawan Moldova, Bertabur Peluang Nihil Gol

Purwokerto | Jum'at, 04 November 2022 | 22:43 WIB

Terkini

4 Kombinasi Bahan Serum untuk Flek Hitam Membandel, Memudarkan Lebih Cepat dan Efektif

4 Kombinasi Bahan Serum untuk Flek Hitam Membandel, Memudarkan Lebih Cepat dan Efektif

Lifestyle | Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:43 WIB

Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.982 per Dolar AS, S&P Jadi Penopang Utama

Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.982 per Dolar AS, S&P Jadi Penopang Utama

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:40 WIB

Video Pemuda di Bogor Siram Air Kencing ke Waria, Dalih Lakukan 'Bersih-bersih'

Video Pemuda di Bogor Siram Air Kencing ke Waria, Dalih Lakukan 'Bersih-bersih'

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:38 WIB

Geser Singapura, Hong Kong Jadi Investor Terbesar Indonesia pada Kuartal II 2026

Geser Singapura, Hong Kong Jadi Investor Terbesar Indonesia pada Kuartal II 2026

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:31 WIB

HP Bukan Pengasuh: Jangan Biarkan Gadget Mendidik Anak Sendirian

HP Bukan Pengasuh: Jangan Biarkan Gadget Mendidik Anak Sendirian

Your Say | Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:30 WIB

Di Mana Membeli HP Murah Secara Online? Ini 6 Toko Tepercaya dan Ada Garansi Resmi

Di Mana Membeli HP Murah Secara Online? Ini 6 Toko Tepercaya dan Ada Garansi Resmi

Tekno | Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:28 WIB

Konflik AS - Iran Meluas, Harga Minyak Brent Merangkak Naik ke 85,28 Dolar AS

Konflik AS - Iran Meluas, Harga Minyak Brent Merangkak Naik ke 85,28 Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:26 WIB

Harga Minyak Dunia Makin Horor Sepekan Perang AS - Iran, Pasar Saham Asia Anjlok

Harga Minyak Dunia Makin Horor Sepekan Perang AS - Iran, Pasar Saham Asia Anjlok

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:19 WIB

Indonesia Siapkan 'Karpet Merah' Investor Asing di Bali, Pajak Nol Rupiah!

Indonesia Siapkan 'Karpet Merah' Investor Asing di Bali, Pajak Nol Rupiah!

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:17 WIB

Tantang Merek Elektronik Jepang dan China, Acerpure Siap Bangun Anak Perusahaan di Indonesia

Tantang Merek Elektronik Jepang dan China, Acerpure Siap Bangun Anak Perusahaan di Indonesia

Tekno | Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:16 WIB

×