PURWOKERTO.SUARA.COM Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menanggapi unggahan seorang netizen di media sosial Twitter soal tambang ilegal di Klaten, Jawa Tengah. Gibran menyebut sudah pernah mendapatkan keluhan serupa.
Isu mafia tambang ilegal dengan bekingan aparat menyeruak akhir-akhir ini. Ini bermula dari testimoni mantan anggota Polri Ismail Bolong yang sempat mengaku menyetor uang miliaran rupiah dari bisnis tambang ilegal di Kalimantan ke perwira tinggi Polri.
Belakangan, di tempat lain, muncul juga isu adanya bisnis tambang pasir ilegal di Klaten, Jawa Tengah.
Ini diungkap oleh pemilik akun Twitter yang bernama Mr Agus @amr715882. Ia dalam cuitannya bahkan meminta Wali Kota Surakarta Gibran Raka untuk menyampaikan hal itu ke ayahnya, Presiden Joko Widodo.
"Mas.. sampe kan ke pak @jokowi untuk menindak tambang pasir ilegal yang ada di Kab. Klaten," tulis akun tersebut
Ia bahkan nenyebut ada lebih dari 20 titik lokasi penambangan ilegal. Ironisnya, menurutnya, banyaknya titik tambang ilegal itu terkesan dibiarkan.
"Lebih dari 20 titik lokasi... tp dibiarkan.. @ListyoSigitP @ganjarpranowo," tulisnya.
Akun itu juga menandai akun Twitter resmi Kapolri Listyo Sigit dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
Gibran ternyata langsung merespon keluhan akun Twitter tersebut. Gibran seperti sudah tahu aktivitas itu dari keluhan Bupati Klaten yang disampaikan kepadanya.
Ia juga mengungkap ada bekingan yang "mengerikan" di balik bisnis tambang ilegal itu.
Baca Juga: Apa itu Yalla Shoot, Situs Streaming Gratis Nonton Piala Dunia 2022 Qatar
"Ya pak. Ini bupati juga beberapa kali mengeluh ke saya. Backingan nya ngeri," kata Gibran.