PURWOKERTO.SUARA.COM, KEBUMEN - Suratman (59) warga Kelurahan/Kecamatan Pejagoan, Kabupaten Kebumen adalah seorang pengayuh becak. Semalam, Jumat 6 Januari 2023, menjadi hari terakhirnya mengayuh becak.
Suratman mengembuskan napas terakhirnya dalam penantian penumpang. Ia ditemukan meringkuk di kursi penumpang Jumat malam, pukul 23.00 WIB.
Ia sempat tidak diketahui identitasnya sebelum polisi menelusuri identitasnya sebagai Suratman. Warga menemukan Suratman tergeletak di tempat duduk penumpang becak yang terparkir di trotoar Jalan Pemuda Kebumen. Jenazahnya telah diserahkan kepada keluarga, Sabtu 7 Januari 2023.
Kapolres Kebumen AKBP Burhanuddin melalui Kasubsi Penmas Aiptu S Catur Nugraha menjelaskan, mayat tersebut adalah
"Saat pertama ditemukan, kami tidak menemukan kartu identitas diri. Namun saat dilakukan identifikasi menggunakan alat yang kami miliki, korban adalah warga Kelurahan Pejagoan," kata Aiptu Catur.
Lanjut Aiptu Catur, korban pertama kali ditemukan oleh seorang pengguna jalan yang curiga dengan posisi tidur korban di atas becak di depan sebuah toko besi sekitar pukul 23.30 WIB, Jumat 6 Januari 2023.
Jenazah korban ditemukan dengan posisi duduk di kursi penumpang sambil kepalanya mendongak ke atas.
Yang membuat para saksi curiga adalah posisi kaki menggantung di bawah tidak wajar sehingga menuntunnya ke korban untuk melakukan pengecekan.
Saat dilakukan pengecekan dengan cara dipanggil, korban tidak merespon. Mengetahui kejanggalan itu, lalu pengendara motor itu melaporkan ke Polsek Kebumen untuk dilakukan pengecekan lebih jauh.
Baca Juga: Kaesang Pangarep - Erina Gudono Bulan Madu Main Ski di Swis, Berapa Ya Biayanya?
"Setelah mendapatkan laporan warga, Polsek Kebumen bersama dengan PMI datang ke lokasi. Saat dilakukan pengecekan diduga kuat korban telah meninggal dunia," lanjut Aiptu Catur
Selanjutnya korban dievakuasi ke RSUD Dr Soedirman Kebumen untuk dilakukan pemeriksaan lebih jauh.
Keterangan tim medis, kuat dugaan korban meninggal karena penyakit yang dideritanya. Hasil Pemeriksaan medis, pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan.
Keterangan pihak keluarga yang mengambil jenazah korban, korban diketahui jarang pulang rumah. Dalam kesehariannya, korban tidur di becaknya sambil menunggu penumpang yang akan menggunakan jasanya.
Kini jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga serta Pemerintah Kelurahan setempat untuk dimakamkan secara adat.