Ribuan Nelayan di Cilacap Demo Tuntut Pencabutan Ketentuan Pungutan oleh Kementerian Kelautan

Purwokerto | Suara.com

Kamis, 19 Januari 2023 | 17:38 WIB
Ribuan Nelayan di Cilacap Demo Tuntut Pencabutan Ketentuan Pungutan oleh Kementerian Kelautan
Ribuan nelayan menggelar aksi menuntut penghapusan PP Nomor 85 di depan gedung DPRD Kabupaten Cilacap, Kamis (19/1/2023). (Suara.com/Anang Firmansyah)

PURWOKERTO.SUARA.COM, CILACAP - Ribuan nelayan dari berbagai kelompok se Kabupaten Cilacap menggelar aksi turun ke jalan untuk menuntut penghapusan PP Nomer 85 tahun 2021. Mereka melakukan aksi di dua lokasi. Yang pertama di halaman kantor Pelabuhan Perikanan Samudra Cilacap (PPSC), lalu berlanjut ke gedung DPRD Kabupaten Cilacap.

Para nelayan serta pengusaha merasa keberatan dengan aturan biaya tambat labuh kapal dan biaya Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang diambil sebesar 10 persen bagi kapal dengan berat 60 grosston (GT) dan 5 persen untuk kapal dibawah 60 GT yang kecil.

Dalam orasinya, Robiin menuntut agar aspirasi ini dapat didengarkan. Tidak hanya masuk telinga kanan, masuk telinga kiri.

"Hari ini kami datang dengan cinta dan damai. Kami masyarakat nelayan merasa keberatan dan terzolimi dengan peraturan PP nomor 85. Dengan itu kami secara tegas menolak PP nomor 85," serunya di atas mimbar orasi, Kamis (19/1/2023).

Para masa aksi menuntut agar aturan tersebut dapat direvisi atau dihapuskan sekalian. Mereka mengaku selama ini nelayan di Kabupaten Cilacap tertindas.

"Pembayaran pajaknya terlalu tinggi. Sehingga banyak juragan yang menjual kapalnya untuk membayar pajak yang dendanya mencapai 1.000 persen. Kami masyarakat nelayan sudah habis-habisan menjual peralatan untuk membayar pajak," ujarnya.

Sementara itu salah satu pelaku usaha kapal, Supri menjelaskan besaran yang ditarik biaya tambat per meter sebesar Rp 2.000,00 dikalikan panjang kapal ditambah biaya GT. Kemudian para nelayan harus menanggung biaya kebersihan.

"Kita sangat tersiksa, karena biaya itu harus kita tanggung meskipun kapal kita tidak pergi melaut karena memang tidak ada hasil atau cuaca buruk," terangnya.

Supri mengeluhkan dalam satu hari para pemilik kapal harus menanggung biaya minimal Rp 50 ribu. Selain itu ia memiliki kekhawatiran seandainya terjadi bencana seperti kebakaran karen kolam tempat tambatan kapal di Pelabuhan Cilacap sudah penuh sesak.

"Kita khawatir apabila kejadian seperti di dermaga batere beberapa waktu lalu, jika satu kapal saja terbakar akan mudah merambat ke yang lain," jelasnya.

Atas dasar itu, pihaknya meminta adanya keringanan beban pembiayaan, sehingga ketika nelayan tidak ada hasil setidaknya tidak ada biaya yang harus ditanggung.

Selama ini menurutnya biaya pengurusan dokumen dilakukan secara mandiri. Tempat usahanya banyak menyerap ABK tidak hanya dari Cilacap saja, ada dari Brebes, Cirebon, Indramayu dan Banyumas.

"Agustus 2021 aturan terakhir satu kapal dikenakan biaya Rp 4.000. Setelah terbitnya PP 85 dikenakan per meter. Ada yang tagihannya, Rp 11 juta sampai Rp 19 juta. Kami bawakan bukti tagihannya semua. Ketika ada tagihan kita langsung disuruh bayar saat itu juga," tuturnya.

Aturan ini dinilai sangat memberatkan nelayan dan pengusaha kapal. Oleh sebabnya pada saat pelaksanaan, mereka meminta kebijaksanaan karena Samudera Hindia sangat berbahaya, berbeda dengan laut utara jawa.

Sementara itu, Kepala PPSC Imas Masriah mengatakan pihaknya sebagai kepanjangan tangan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) siap menyampaikan aspirasi para pelaku usaha perikanan dan nelayan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BMKG Cilacap Sebut Wilayah Selatan Jawa Masih Berpotensi Hujan Hingga Dua Bulan Kedepan

BMKG Cilacap Sebut Wilayah Selatan Jawa Masih Berpotensi Hujan Hingga Dua Bulan Kedepan

| Rabu, 18 Januari 2023 | 22:11 WIB

Impor Garam Dipertanyakan, DPR: Kualitas Dalam Negeri Sudah Cukup Bagus!

Impor Garam Dipertanyakan, DPR: Kualitas Dalam Negeri Sudah Cukup Bagus!

Bisnis | Selasa, 17 Januari 2023 | 19:18 WIB

Ratusan Pelajar SMK di Cilacap Serbu SMK Komputama Jeruklegi, Dipicu Kesalahpahaman Pengeroyokan Rekan Sesekolah

Ratusan Pelajar SMK di Cilacap Serbu SMK Komputama Jeruklegi, Dipicu Kesalahpahaman Pengeroyokan Rekan Sesekolah

| Selasa, 17 Januari 2023 | 09:19 WIB

BUBK Kebumen Bakal Hasilkan Rp 400 Miliar Pertahun di Tambak 100 Hektar, Warga Kecipratan Apa?

BUBK Kebumen Bakal Hasilkan Rp 400 Miliar Pertahun di Tambak 100 Hektar, Warga Kecipratan Apa?

| Jum'at, 13 Januari 2023 | 17:44 WIB

Terkini

MBG Bisa Dijalankan Tanpa Ganggu Kondisi Fiskal, Begini Caranya

MBG Bisa Dijalankan Tanpa Ganggu Kondisi Fiskal, Begini Caranya

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 21:19 WIB

Koleksi Terbaru Musim Panas 2026, Pedro Tawarkan Gaya Pesisir yang Ringan, Elegan, dan Timeless

Koleksi Terbaru Musim Panas 2026, Pedro Tawarkan Gaya Pesisir yang Ringan, Elegan, dan Timeless

Lifestyle | Sabtu, 09 Mei 2026 | 21:05 WIB

Cuma di Jakarta, Penonton Konser Westlife Bisa Bawa Pulang Gelang LED Eksklusif

Cuma di Jakarta, Penonton Konser Westlife Bisa Bawa Pulang Gelang LED Eksklusif

Entertainment | Sabtu, 09 Mei 2026 | 21:05 WIB

Skandal QRIS Rp2,5 Miliar di Medan, Korban Minta Keadilan

Skandal QRIS Rp2,5 Miliar di Medan, Korban Minta Keadilan

Sumut | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:52 WIB

Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional

Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:52 WIB

Pembagian Daging Kurban Berapa Kg untuk Tiap Penerima? Ini Ketentuan Sesuai Syariat

Pembagian Daging Kurban Berapa Kg untuk Tiap Penerima? Ini Ketentuan Sesuai Syariat

Lifestyle | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:48 WIB

Lagi Butuh Healing? 7 Destinasi Spa Mewah di Western Australia Ini Bikin Pikiran Reset Total

Lagi Butuh Healing? 7 Destinasi Spa Mewah di Western Australia Ini Bikin Pikiran Reset Total

Lifestyle | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:45 WIB

Percabulan di Pati: Pak, Anjing Saya Saja Tidak Seperti Itu

Percabulan di Pati: Pak, Anjing Saya Saja Tidak Seperti Itu

Your Say | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:45 WIB

Studi Ungkap Cuaca Ekstrem Bisa Pangkas Jarak Tempuh Mobil Listrik dan Mobil Hybrid

Studi Ungkap Cuaca Ekstrem Bisa Pangkas Jarak Tempuh Mobil Listrik dan Mobil Hybrid

Otomotif | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:41 WIB

Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan

Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:37 WIB