Teganya, Gabah Petani di Kebumen Jadi Sasaran Pencurian saat Dijemur

Purwokerto

Minggu, 12 Maret 2023 | 22:50 WIB
Teganya, Gabah Petani di Kebumen Jadi Sasaran Pencurian saat Dijemur
Polisi imbau petani memasukkan gabahnya ke rumah usai dijemur

PURWOKERTO.SUARA.COM, KEBUMEN- Memasuki musim panen padi, para petani diimbau waspada saat menjemur gabah. Jangan sampai padi yang ditunggu hasilnya berbulan-bulan justru diambil pencuri karena kurangnya waspada. 

Melalui patroli Bhabinkamtibmas, Polres Kebumen mengimbau para petani untuk menyimpan gabahnya di rumah saat malam hari.

Kali ini petugas menyambangi para petani Desa Candimulyo, Kecamatan Kebumen untuk membawa pulang gabah saat malam hari meski gabah belum kering, Munggu (12/3).

"Banyak kasus pencurian gabah terutama saat dijemur. Biasanya terjadi pada malam hari. Gabah ini diambil pencuri, karena petani menganggap aman saat digeletakan di pinggir jalan terutama malam hari," jelas Kapolres Kebumen AKBP Burhanuddin melalui Kasihumas AKP Heru Sanyoto. 

Menurut AKP Heru, proses penjemuran gabah yang membutuhkan waktu beberapa hari kadang membuat petani lengah, dan membiarkan tetap di pinggir jalan saat malam hari.

Para petani mengambil jalan praktis membiarkan gabah yang belum kering sampai malam di jalan. Ini karena pada pagi harinya gabah akan dijemur kembali. Hal ini tentu akan mengundang niat jahat.

Pada beberapa kasus, para pencuri  yang melintas tempat penjemuran padi, dengan mudah mengangkut gabah yang sedang dijemur pemiliknya.

Bahkan beberapa catatan Polres Kebumen, para kawanan pencuri hanya butuh waktu sebentar untuk mencuri gabah yang sedang dijemur. 

Mereka mengambil gabah yang bertebaran di tepi jalan. Pelaku pencurian juga dinilai sangat paham dengan situasi petani, kapan para petani ini lengah.

baca juga

"Sehingga untuk amannya, saat malam, baiknya gabah disimpan di rumah saja," imbuh AKP Heru. 

Suwarti salah satu petani yang sedang menjemur gabah menyambut baik imbauan dari petugas Bhabinkamtibmas. 

"Iya Pak, kami setuju sekali dengan adanya patroli ini. Bapak langsung mengingatkan ke warga yang sedang menjemur gabah," kata Suwarti kepada petugas patroli. 

Menurut Suwarti, padi atau gabah yang siap panen membutuhkan proses panjang, mulai dari menebar benih hingga proses pupuk serta perawatan lainnya agar tanaman tetap sehat. 

Sehingga jika karena kurangnya waspada, lantas hasil panen dicuri karena lengahnya warga harus diminimalisir. 

"Iya Pak, nanti malam gabah ini saya masukkan ke rumah. Kemungkinan hari ini gabah bisa kering," pungkasnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jadwal Big Match Liga 1 Sore Ini, Persebaya Surabaya vs Persib Bandung

Jadwal Big Match Liga 1 Sore Ini, Persebaya Surabaya vs Persib Bandung

Purwokerto | Senin, 13 Maret 2023 | 11:07 WIB

Hanya Warga Blora yang Berani? Pilih Tempat Becek untuk Menyambut Presiden Jokowi

Hanya Warga Blora yang Berani? Pilih Tempat Becek untuk Menyambut Presiden Jokowi

Purwokerto | Minggu, 12 Maret 2023 | 22:38 WIB

Link Live Streaming Persita vs PSM Makassar Sore Ini, Lengkap dengan Prediksi Susunan Pemain

Link Live Streaming Persita vs PSM Makassar Sore Ini, Lengkap dengan Prediksi Susunan Pemain

Purwokerto | Senin, 13 Maret 2023 | 12:00 WIB

Mitigasi Bencana jadi Perhatian untuk Korban Bencana Erupsi Merapi

Mitigasi Bencana jadi Perhatian untuk Korban Bencana Erupsi Merapi

Purwokerto | Minggu, 12 Maret 2023 | 20:51 WIB

Terkini

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Health | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:54 WIB

Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat,  Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional

Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:50 WIB

Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Bola | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:42 WIB

Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah

Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:34 WIB

Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi

Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:31 WIB

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:07 WIB

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:38 WIB

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Jatim | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:30 WIB

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Sumbar | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:24 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Lampung | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:19 WIB

×