Pemkab Kebumen Klaim Angka Stunting Turun 2 Persen

Purwokerto | Suara.com

Jum'at, 17 Maret 2023 | 22:55 WIB
Pemkab Kebumen Klaim Angka Stunting Turun 2 Persen
Pemkab Kebumen klaim penurunan stunting 2 persen

PURWOKERTO.SUARA.COM, KEBUMEN- Berdasarkan hasil Survei Dinas yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Kebumen, angka stunting di Kebumen mengalami penurunan, dari 14% turun 2% menjadi 12% pada tahun 2022.

Hal ini sekaligus mengkoreksi angka penurunan sebelumnya yang disebut mencapai 4% menjadi 10%.


Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kebumen Edi Rianto menyatakan, pemerintah terus memperbarui data penurunan stunting secara berkala, sehingga bisa disimpulkan sebagai data yang valid.


"Dari hasil pembaharuan data yang kita lakukan, alhamdulillah penurunan angka stunting kita diangka 2% menjadi 12% dari sebelumnya 14%. Kita terus melakukan updating sehingga bisa disimpulkan sebagai data yang akurat," ujar Edi usai kegiatan Rembug Stunting bersama kades, camat dan stakeholder di Pendopo Kabumian, Kamis (16/3) 


Menurut Edi, survei dinas dinilai lebih komprehensif karena dilakukan secara menyeluruh. Yakni di semua desa dan kecamatan yang ada di Kebumen, melalui posyandu-posyandu yang tersedia. Kemudian, kesehatan bayi dicek secara keseluruhan, ditimbang dan diukur dengan alat memenuhi standar.


"Sementara survei yang lain dilakukan secara acak, hanya diambil sampling tidak menyeluruh, hanya di wilayah yang ditemukan kasus stunting terbanyak. Sedangkan survei dari dinas itu kita lakukan di semua desa," ucapnya.


Edi juga menegaskan bahwa survei yang dilakukan pemerintah sasarannya lebih jelas. Yakni, orang yang diduga kuat mengalami stunting. Kemudian terdaftar, mereka harus warga asli ber KTP Kebumen. Di luar itu, tidak masuk hitungan.

"Sementara yang lain, kadang-kadang masih dihitung, meski bukan orang Kebumen," jelasnya.

Pemerintah, lanjut Edi, terus berupaya menurunkan angka stunting di Kebumen. Beberapa program telah disiapkan dengan merubah sistem atau pola-pola yang lama. Misalnya wilayah yang banyak terjadi stunting/kemiskinan, tidak lagi mendapat lebih banyak bantuan. Namun disesuaikan kebutuhan.


"Kalau dulu orang kan pemahamannya daerah mana yang banyak kantong kemiskinan atau stunting itu yang akan mendapat bantuan paling banyak. Sementara hasilnya masih tetap, karena mereka justru terus mengharapkan bantuan. Kalau sekarang sudah nggak bisa begitu," tutur Edi.


"Sekarang dibalik, desa mana yang berhasil menurunkan angka stunting kita berikan bantuan lebih banyak. Bukan hanya vitamin, makanan, (sembako) dll, tapi infstruktur juga kita kasih. Banyak bonusnya," tambah Edi.


Sementara daerah yang masih banyak ditemukan angka stunting maka bantuan yang diberikan sesuai kebutuhan.

"Nantinya bentuknya program, sesuai kebutuhan, kalau butuhnya vitamin, makanan ya kita kasih vitamin, dan makanan, bukan dikasih jalan," jelas Edi.


Sejauh ini, kata Edi, daerah yang paling banyak ditemukan angka stunting adalah di Desa Rangkah, Kecamatan Buayan. Justru ini tidak terjadi di lima kecamatan yang disebut sebagai wilayah kemiskinan ekstrem di Kebumen, yakni Sadang, Sempor, Karangsambung, Karanggayam, dan Alian.


"Kalau kita bicara logika, kan harusnya begitu ada di lima wilayah yang disebut menjadi kantong kemiskinan ekstrem. Tapi ini nggak. Jadi datanya kemungkinan ada yang salah. Bisa jadi Kebumen itu tidak miskin, tapi datanya yang tidak update," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bacaan Niat Puasa Ramadhan

Bacaan Niat Puasa Ramadhan

| Jum'at, 17 Maret 2023 | 21:05 WIB

Sate Bulayak Mandalika: Makanan Tradisional Khas Lombok yang Patut Dicoba

Sate Bulayak Mandalika: Makanan Tradisional Khas Lombok yang Patut Dicoba

| Jum'at, 17 Maret 2023 | 21:01 WIB

Buntut Putusan PNSurabaya di Tragedi Kanjuruhan, Komisi Yudisial dalami Dugaan Pelanggaran Kode Etik

Buntut Putusan PNSurabaya di Tragedi Kanjuruhan, Komisi Yudisial dalami Dugaan Pelanggaran Kode Etik

| Jum'at, 17 Maret 2023 | 19:55 WIB

Terkini

Dana Asing Keluar Rp 2 Triliun dari Pasar Saham RI Hari Ini, Paling Banyak di BCA

Dana Asing Keluar Rp 2 Triliun dari Pasar Saham RI Hari Ini, Paling Banyak di BCA

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 19:31 WIB

Sri Purnomo Divonis 6 Tahun Penjara, Sri Sultan Buka Suara: Hormati Hukum!

Sri Purnomo Divonis 6 Tahun Penjara, Sri Sultan Buka Suara: Hormati Hukum!

Jogja | Senin, 27 April 2026 | 19:31 WIB

Keputusan Insentif Kendaraan Listrik Diserahkan ke Daerah, Pusat Dinilai Lempar Tanggung Jawab

Keputusan Insentif Kendaraan Listrik Diserahkan ke Daerah, Pusat Dinilai Lempar Tanggung Jawab

Otomotif | Senin, 27 April 2026 | 19:27 WIB

Terpusat di Jawa dan Tergantung Musim, Masalah Stabilitas Stok Pangan Indonesia

Terpusat di Jawa dan Tergantung Musim, Masalah Stabilitas Stok Pangan Indonesia

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 19:23 WIB

Jumhur Hidayat Masuk Kabinet, Tegaskan Dirinya Bukan Terpidana

Jumhur Hidayat Masuk Kabinet, Tegaskan Dirinya Bukan Terpidana

News | Senin, 27 April 2026 | 19:22 WIB

Ip Man: Kungfu Master Malam InI, saat Sang Guru Harus Melepas Seragam Polisi demi Melawan Penjajah

Ip Man: Kungfu Master Malam InI, saat Sang Guru Harus Melepas Seragam Polisi demi Melawan Penjajah

Entertainment | Senin, 27 April 2026 | 19:20 WIB

Pertumbuhan Pengguna Kendaraan Listrik di Jakarta Naik 9 Kali Lipat

Pertumbuhan Pengguna Kendaraan Listrik di Jakarta Naik 9 Kali Lipat

Otomotif | Senin, 27 April 2026 | 19:18 WIB

Tak Berkutik! 2 Pelaku Teror Air Keras di Cengkareng Diringkus Usai Aksinya Viral

Tak Berkutik! 2 Pelaku Teror Air Keras di Cengkareng Diringkus Usai Aksinya Viral

News | Senin, 27 April 2026 | 19:18 WIB

Demi Piala Dunia 2026, Kylian Mbappe Rela Korbankan Real Madrid?

Demi Piala Dunia 2026, Kylian Mbappe Rela Korbankan Real Madrid?

Bola | Senin, 27 April 2026 | 19:17 WIB

KAHMI Minta Laporan ke Jusuf Kalla Dicabut, Doli: Jangan Diadu Domba

KAHMI Minta Laporan ke Jusuf Kalla Dicabut, Doli: Jangan Diadu Domba

News | Senin, 27 April 2026 | 19:13 WIB