Terkadang, arak-arakan ogoh-ogoh yang dilakukan oleh warga terlalu ramai sehingga mengganggu lalu lintas dan ketertiban umum.
Oleh karena itu Ketut Medra menyampaikan jika kegiatan di batasi hingga pukul 20.00 WIB. Hal itu dilakukan guna mengatasi kemacetan yang terjadi sepanjang jalur di selatan Bali.
Waktu pengarakkan ogoh-ogoh yang dibatasi juga berdampak pada kegiatan yang tidak terlalu larut malam.
Ketut Medra menambahkan kegiatan mengarak ogoh-ogoh dalam perayaan Nyepi merupakan bagian penting dari kebudayaan Bali yang terus dilestarikan.
Hal itulah yang dilakukan warga dan pihak terkait untuk bersama-sama menjaga agar kegiatan itu dapat berjalan dengan tertib dan aman.***