Kemenag RI Resmi Tetapkan 1 Ramadhan Kamis 23 Maret 2023

Purwokerto Suara.Com
Rabu, 22 Maret 2023 | 19:58 WIB
Kemenag RI Resmi Tetapkan 1 Ramadhan Kamis 23 Maret 2023
Yaqut Cholil Qoumas Menteri Agama RI mengumumkan awal 1 Ramadhan. ((Foto. Kanal YouTube Resmi Kemenag RI))

PURWOKERTO.SUARA.COM – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan awal Bulan Suci Ramadan 1444 Hijriah hari Kamis (23/3/2023).

Penetapan itu merupakan hasil keputusan Sidang Isbat yang berlangsung sore sampai petang hari ini, Rabu (22/3/2023), di Kantor Pusat Kementerian Agama, Jakarta.

Yaqut Cholil Qoumas Menteri Agama bilang, dari 124 titik pemantauan yang tersebar di berbagai Provinsi Indonesia, ada beberapa yang melaporkan melihat posisi bulan baru (hilal) di atas ufuk.

Berdasarkan hasil pengamatan hilal dan musyawarah para ulama, cendekiawan serta para ahli falakiyah, Menteri Agama mengumumkan Ramadan tahun ini dimulai besok.

“Secara mufakat, 1 Ramadan 1444 Hijriah jatuh pada hari Kamis tanggal 23 Maret 2023 Masehi,” ujar Menteri Agama melalui kanal YouTube Resminya Rabu (22/3/2023).

Hadir dalam Sidang Isbat 2023 di antaranya Tim Hisab Rukyat Kemenag, Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Komisi VIII DPR RI, dan Mahkamah Agung (MA).

Kemudian, ada duta besar negara sahabat, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Informasi Geospasial (BIG), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium.

Lalu, Pakar Falak dari Ormas-ormas Islam, lembaga dan instansi terkait, serta pimpinan organisasi Kemasyarakatan Islam hingga pondok pesantren.

Sebelumnya, Muhammadiyah sudah lebih dulu menetapkan awal Ramadan 1444 Hijriah hari Kamis tanggal 23 Maret 2022.

Baca Juga: Puncak Gunung Salak di Jawa Barat, Penuh Misteri Namun Diminati Pendaki : Kok Bisa ?

Penetapan tersebut berdasarkan hasil hitungan wujudul hilal yang dilakukan Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Sementara, Kementerian Agama menetapkan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijjah berdasarkan metode gabungan penghitungan astronomi (hisab), serta pantauan langsung di sejumlah titik dengan teropong (rukyat).

Sekadar informasi, tahun-tahun sebelumnya, Kementerian Agama mengacu pada kriteria hilal bulan awal Hijriah dengan ketinggian 2 derajat, dan sudut antara matahari dan bulan yang terlihat dari bumi (elongasi) 3 derajat.

Lalu, mulai tahun 2021, Kementerian Agama Republik Indonesia menggunakan acuan yang disepakati bersama Menteri Agama Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).

Merujuk acuan baru tersebut, awal bulan Ramadan, Syawal dan Zulhijjah disepakati dengan indikator tinggi bulan yang terlihat minimal 3 derajat, dan elongasi minimal 6,4 derajat.***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI