PURWOKERTO.SUARA.COM, PURBALINGGA - Semua bermula dari rumah tangga yang tak harmonis. YU (32), seorang buruh pabrik beranak satu asal Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah tak merasakan kebahagiaan dalam rumah tangganya. Ia pun mencari kebahagiaan dari pria lain.
Menjadi hal yang jamak terjadi di Purbalingga, seorang perempuan bekerja sebagai buruh pabrik. Sementara suami mengerjakan pekerjaan domestik, seperti mengasuh anak, memasak, mencuci dan pekerjaan rumah tangga lainnya.
Pertukaran peran antara suami dan istri dari kebiasaan masyarakat patriarki memicu semacam gegar budaya, shock culture. Istri yang bekerja mampu menghasilkan uang sehingga merasa berkuasa.
Sementara suami sebagai kepala rumahtangga kerap merasa tergores ego dan harga dirinya karena tak mendapatkan 'layanan' seperti yang diharapkan.
Persoalan semakin ruwet ketika komunikasi keduanya tak berjalan baik. Pada akhirnya, masing-masing mencari kepuasan sendiri-sendiri.
Inilah yang dilakukan YU. Ia bertemu pemuda dengan selisih umur sembilan tahun lebih muda. Tak hanya itu, pemuda ini cukup berada karena orangtuanya memiliki showroom sepeda motor bekas.
Singkat cerita, suami YU dan keluarganya menangkap gelagat perselingkuhan. Pada puncak konflik rumah tangga ini, YU dan suami pisah ranjang.
YU bahkan dikembalikan ke orangtuanya. Selama dua tahun hubungan mereka menggantung tanpa kejelasan, cerai tidak keluarga pun bukan.
Sementara kisah percintaan YU dan pemuda idamannya terus berjalan. Hingga YU mengandung hasil hubungan gelap keduanya.
Baca Juga: FIFA Dikabarkan Cabut Status Tuan Rumah Piala Dunia U-20 Indonesia, Digantikan Peru
Dari hari ke hari, perut YU makin membesar. Hingga bulan ke sembilan, mereka masih berhubungan. Bahkan mereka masih sempat berhubungan badan pada hari menjelang kelahiran.
Meskipun demikian, keduanya tak kunjung menikah karena YU dan suaminya pun tak kunjung bercerai. Hingga tiba hari kelahiran pada Rabu, 22 Maret 2023.
Hari itu menjadi hari terkelam bagi YU. Ia melahirkan seorang diri di rumah karena tak ingin bayi hasil perselingkuhan ini diketahui orang banyak.
Lahirlah bayi lelaki dalam kondisi normal dan sehat. Untuk menyembunyikan bayinya dari tetangga, YU membekap mulut bayinya agar suara tangisnya tak terdengar.
Setelah itu, dengan terhuyun-huyun, YU membawa bayi tak berdosa itu ke belakang rumah. Di belakang rumah ada kolam. Kolam itu memiliki pembuangan ke saluran irigasi.
YU lantas membuang bayi itu hidup-hidup ke saluran irigasi. Bayi lelaki dengan tali pusar masih menempel itu dibuang dalam posisi wajah menghadap ke saluran air.