purwokerto

Begini Tiga Skema Penyelenggaraan Ibadah untuk Lansia Jelang Armuzna yang Dilakukan Kemenag

Purwokerto Suara.Com
Rabu, 21 Juni 2023 | 19:46 WIB
Begini Tiga Skema Penyelenggaraan Ibadah untuk Lansia Jelang Armuzna yang Dilakukan Kemenag
Ilustrasi jemaah saat melaksanakan Ibadah haji di tanah suci. ((Foto. Unsplash.com - Izuddin Helmi))

PURWOKERTO.SUARA.COM – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) sudah mempersiapkan tiga skema untuk membantu jemaah lansia jelang puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Arsad Hidayat Direktur Bina Haji Kementerian Agama (Kemenag) mengatakkan ada tiga skema yang sudah disosialisasikan kepadapengurus Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).

“Menjelang puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, kami telah siapkan tiga skema penyelenggaraan ibadah, khususnya bagi jemaah haji lansia,” katanya dikutip dari laman resmi Kemenag, Rabu (21/6/2023).

Menurut Arsad, KBIHU memiliki posisi strategis untuk ikut memberikan pemahaman kepada jemaah haji, termasuk jemaah lansia. Karena, KBIHU umumnya memilki banyak jemaah. Pesan dari para ustaz di KBIHU pun didengar dan diikuti jemaahnya.

Skema pertama disiapkan untuk jemaah lansia yang meninggal dunia setelah di embarkasi, saat di pesawat, atau di Tanah Suci. Serta jemaah lansia yang memiliki ketergantungan pada alat dan obat jadi tidak bisa dimobilisasi. Jemaah yang masuk dalam kategori skema itu akan dibadalhajikan.

Berdasarkan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu, sampai saat ini tercatat ada 99 jemaah haji Indonesia yang meninggal di pesawat, Jeddah, Madinah, dan Makkah. “Jadi nantinya akan ada orang yang membadalkan hajinya,” terang Arsad.

Skema kedua, disiapkan bagi jemaah haji yang sakit dan dirawat. Baik di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKIH) ataupun di RS Arab Saudi, dan masih bisa dimobilisasi. Jemaah dengan kategori itu akan disafariwukufkan.

“Kami akan angkut dengan bus yang sudah dimodifikasi, ada jemaah yang duduk dan baring. Satu dua jam di Arafah kemudian akan kembali ke KKIH atau RSAS,” sebutnya.

Skema ketiga, disiapkan bagi jemaah lansia yang fisiknya sehat, hanya harus menggunakan kursi roda. Mereka akan tetap dibawa ke Arafah untuk menjalani wukuf seperti jemaah haji normal lainnya.

Baca Juga: Liga 1 Segera Bergulir, Pertemuan Persija Jakarta vs PSM Makassar Jadi Laga Pembuka

“Hanya kami sedang mempersiapkan skema dengan pihak Syarikah supaya mereka tidak harus mampir di Muzdalifah. Sebab, Muzdalifah itu kan hamparan pasir. Kalau nanti kursi roda turun di sana akan berat mendorongnya,” paparnya.

Arsad juga mempersilakan kepada para jemaah yang akan mengambil inisiatif untuk tidak menginap di tenda Mina, tapi kembali ke hotel. Namun, dia mengingatkan tidak ada layanan katering di hotel. Sebab, katering yang disiapkan pihak muassasah hanya diperuntukkan bagi jemaah yang menginap di Mina.

“Jadi jemaah yang mengambil pilihan untuk pulang ke hotel pada fase mabit di Mina, mereka harus mencari makan sendiri,” tandasnya.***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI