Ranah - Personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Padang bersama Tim Klewang Polresta Padang dan Polsek Padang Barat mengamankan seorang pemuda di Pantai Padang, Rabu (4/5/2022).
Pemuda tersebut diamankan karena diduga meminta sejumlah uang kepada pengunjung Pantai Padang dengan alasan bayar parkir, namun ia bukan juru parkir yang sah.
Kepala Satpol PP Padang Mursalim mengatakan, dari hasil monitor anggota di lapangan, pada pukul 15.00 WIB, unit informen dan sergap Satpol PP melakukan pemantauan di bawah jembatan Muaro Lasak tentang laporan masyarakat terkait pungutan liar (pungli).
Usai melakukan pemantauan terang Mursalim, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Polsek Padang Barat dan Tim Klewang Polresta Padang.
"Bersama dengan pihak Polsek dan Polresta langsung menuju TKP (tempat kejadian perkara) untuk mengamankan pelaku pungli," ucap Mursalim dalam keterangan tertulisnya.
Ia mengungkapkan, bahwa Tim Klewang Polresta Padang akhirnya mengamankan pemuda tersebut diamankan dalam rangka pembinaan.
Mursalim menambahkan, bahwa pihaknya menyiagakan sejumlah personel di lokasi-lokasi wisata di Kota Padang.
"Jika ada yang kedapatan melakukan tindakan pungli, maka akan dikoordinasikan dengan pihak kepolisian," tegas Mursalim.
Sebelumnya, Polresta Padang telah menyebar hotline pengaduan yang terpasang di sejumlah baliho. Bagi masyarakat yang menemukan adanya tindakan premanisme dan pungli saat libur lebaran nanti bisa menghubungi nomor tersebut.
Kapolresta Padang Imran Amir mengatakan, bahwa peran masyarakat atau wisatawan dibutuhkan apabila menemukan adanya tindakan premanisme dan pungli.
Layanan pengaduan tersebut terangnya, bisa menghubungi atau pesan WhatsApp ke nomor telepon 0821-3222-3365.
"Jika ditemukan, silahkan langsung melaporkan dan segera ditindaklanjuti," ujar Imran, Rabu (27/4/2022). .
Hotline pengaduan ini ungkapnya, telah disebar di sejumlah baliho sejak Tim Klewang dibentuk.
“Kami perlu bantuan informasi masyarakat, kalau ada nanti aksi pungli di tempat mana pun di Kota Padang, tolong kami dikabarkan. Hotline sudah disebarkan dan sampaikan,” ucapnya.
“Dimana pun lokasinya, Insya Allah segera kami tindak. Kami buat tidak ada pemerasan dan pungli jelang dan sesudah lebaran di Kota Padang,” tegasnya.
Upaya lainnya untuk meminimalisir aksi premanisme hingga pungli saat libur Idul Fitri 1443 Hijriyah kata Imran, yaitu pihaknya menurunkan tim satuan reserse kriminal.
Tim ini diturunkan untuk mengantisipasi tindakan yang membuat resah masyarakat.
“Kami menurunkan tim personel Reskrim untuk mengantisipasi aksi premanisme yang membuat resah pengunjung objek wisata,” tutur Imran.
Pengamanan menjelang dan sesudah lebaran ini melibatkan tim gabungan dalam Operasi Ketupat Singgalang 2022. Imran mengungkapkan, dalam operasi ini, pihaknya mengerahkan 495 personel.
Kemudian terang Imran, pihaknya juga mendirikan pos pengamanan serta pelayanan. Operasi ini akan dimulai 28 April hingga 9 Mei 2022.
“Untuk pos pengamanan ada enam titik dan pos pelayanan empat titik yang diisi tim gabungan. Pos pengamanan melayani 24 jam, pos pelayanan 12 jam,” bebernya.
Ia mengatakan, tim gabungan juga fokus di lokasi Sitinjau Lauik dan perbatasan Kota Padang dengan Pesisir Selatan.