Nurani Perempuan Kecam Pelaku Intimidasi Bocah Perempuan Korban Kekerasan Seksual di Pariaman

Ranah | Suara.com

Kamis, 02 Maret 2023 | 17:09 WIB
Nurani Perempuan Kecam Pelaku Intimidasi Bocah Perempuan Korban Kekerasan Seksual di Pariaman
Ilustrasi Dugaan Kasus Pelecehan Seksual. (pixabay.com)

Ranah.co.id - Women's Crisis Center (WCC) Nurani Perempuan turut mengomentari soal kasus bocah perempuan korban pelecehan yang diintimidasi hingga diminta untuk sumpoah Alquran di Kota Pariaman, Sumatra Barat (Sumbar).

Bahkan, Nurani perempuan mengcem tidakan pelaku intimidasi terhadap bocah perempuan korban pelecehan seksual tersebut.

Direktur WCC Nurani Perempuan, Rahmi Meri Yenti mengatakan, seharusnya hal itu (intimidasi) tidak harus terjadi. "Seharusnya itu tidak boleh terjadi. Berarti, sama saja tidak mempercayai," ujar Meri dikutip dari sumbar.suara.com, Kamis (2/3/2023).

Dikatakan Meri, menjadi korban kekerasan seksual itu tidak mudah untuk mengakui terjadi perbuatan tersebut. Karena, harus menyiapkan mental, korban trauma.

"Ketika itu diakui korban malah diragukan. Didesak juga dan diminta sumpah pakai Alquran. Itu kan hal yang menjadi korban tertekan. Kita sih berharap tindakan seperti ini tidak dilakukan. Karena gini, jika kekerasan itu terjadi, korban sudah mengalami trauma, ketakutan. Terus karena ketakutan itu muncul keberanian dia untuk melapor mungkin karena tidak tahan lagi. Nah, tiba-tiba setelah dia berani melaporkan, orang-orang meragukan," ungkapnya.

Meri menegaskan, tindakan (intimidasi) seorang perempuan yang disebut sebagai perangkat desa itu tidak baik terhadap korban kekerasan seksual. Hal itu akan memperburuk mental korban.

"Tindakan itu akan lebih membuat semakin buruk psikologis terhadap korban. Jangankan menyuruh bersumpah, meminta menceritakan kejadian dengan berulang saja saya kurang setuju," tegasnya.

Padahal, lanjut Meri, kasus ini sudah diputuskan di kepolisian dengan menetapkan paman korban sebagai tersangka dan ditahan. Namun apabila seperti ini, tentunya meragukan kinerja kepolisian.

"Artinya meragukan kerja polisi. Hasil visum telah menunjukkan adanya kekerasan seksual. Anak seumuran itu kalau untuk masalah kekerasan seksual dia tidak akan melakukan pembohongan," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Transjakarta Kerahkan TNI untuk Minimalisir Pelecehan Seksual di Bus dan Halte

Transjakarta Kerahkan TNI untuk Minimalisir Pelecehan Seksual di Bus dan Halte

Foto | Kamis, 02 Maret 2023 | 16:25 WIB

Nurani Perempuan Kecam Pelaku Pemaksa Bocah Korban Pencabulan di Pariaman Sumpah Al-quran: Korban Makin Tertekan!

Nurani Perempuan Kecam Pelaku Pemaksa Bocah Korban Pencabulan di Pariaman Sumpah Al-quran: Korban Makin Tertekan!

Sumbar | Kamis, 02 Maret 2023 | 13:37 WIB

Momen Haru Mensos Risma 30 Menit Bujuk Korban Kekerasan Seksual Oleh Sepupu Di NTT Agar Mau Direhabilitasi

Momen Haru Mensos Risma 30 Menit Bujuk Korban Kekerasan Seksual Oleh Sepupu Di NTT Agar Mau Direhabilitasi

News | Kamis, 02 Maret 2023 | 10:41 WIB

Terkini

200 Ribu Pekerjaan Perbankan Bakal Hilang, Bank Mulai PHK Karyawan dan Tutup Cabang

200 Ribu Pekerjaan Perbankan Bakal Hilang, Bank Mulai PHK Karyawan dan Tutup Cabang

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 09:30 WIB

124 Truk Bandel Langgar Aturan Mudik, Kemenhub Ancam Bekukan Izin

124 Truk Bandel Langgar Aturan Mudik, Kemenhub Ancam Bekukan Izin

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 09:29 WIB

Israel Makin Hancur dan Mossad Gagal Total, Benjamin Netanyahu Stress

Israel Makin Hancur dan Mossad Gagal Total, Benjamin Netanyahu Stress

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 09:26 WIB

6 Alasan Toyota Voxy 2022 Bekas Makin Laris di 2026, MPV Kelas Atas Harga Merakyat

6 Alasan Toyota Voxy 2022 Bekas Makin Laris di 2026, MPV Kelas Atas Harga Merakyat

Otomotif | Selasa, 24 Maret 2026 | 09:24 WIB

iPhone Air Melejit! Penjualan Hampir 2x iPhone 16 Plus

iPhone Air Melejit! Penjualan Hampir 2x iPhone 16 Plus

Tekno | Selasa, 24 Maret 2026 | 09:22 WIB

Roket Bombardir Israel, Unit Khusus ZAKA 360 Konfirmasi Ada Zionis Tewas

Roket Bombardir Israel, Unit Khusus ZAKA 360 Konfirmasi Ada Zionis Tewas

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 09:17 WIB

Terkuak Sosok Fuad WNA Irak Pembunuh Cucu Mpok Nori: Ternyata Penjual Parfum

Terkuak Sosok Fuad WNA Irak Pembunuh Cucu Mpok Nori: Ternyata Penjual Parfum

Entertainment | Selasa, 24 Maret 2026 | 09:12 WIB

Emas Antam Masih Dibanderol Rp 2.843.000/Gram Hari Ini

Emas Antam Masih Dibanderol Rp 2.843.000/Gram Hari Ini

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 09:12 WIB

Menyoal Tahanan Rumah Eks Menteri Agama Yaqut: Kenapa Begitu Istimewa?

Menyoal Tahanan Rumah Eks Menteri Agama Yaqut: Kenapa Begitu Istimewa?

Your Say | Selasa, 24 Maret 2026 | 09:07 WIB

Video Baru Benjamin Netanyahu Muncul Lagi, Dicurigai Gambar Lama karena Sudah Meninggal Dunia

Video Baru Benjamin Netanyahu Muncul Lagi, Dicurigai Gambar Lama karena Sudah Meninggal Dunia

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 09:07 WIB