3. Lafal niat termaktub dari kitab Hasyiyatul Jamal dan juga kitab irsyadul Anam:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i fardhi syahri Ramadhāni hādzihis sanati lillāhi ta‘ālā
Artinya, “Aku berniat puasa esok hari demi menunaikan kewajiban bulan Ramadhan tahun ini karena Allah ta’ala.”
Di dalam bacan niat di atas ada kata “Ramadhani” dianggap sebagai mudhaf ilaihi serta mudhaf sehingga harus diakhiri dengan tanda kasrah yang menjadi tanda khafadh maupun tanda jarr. Sementara itu, kata “sanati” diakhiri dengan tanfa kasrah sebagai khafadh atau tanda jarr atas musyar ilaih dari kata “hadzihi” sebagai mudhaf ilaihi dari “Ramadhani”.
4. Lafal niat mengutip dari kitab I’anatut Thalibin:
نَوَيْتُ صَوْمَ رَمَضَانَ
Nawaitu shauma Ramadhāna
Artinya, “Aku berniat puasa bulan Ramadhan.”
5. Lafal niat termaktub dalam kitab I’anatut Thalibin:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ مِنْ/عَنْ رَمَضَانَ
Nawaitu shauma ghadin min/'an Ramadhāna
Artinya, “Aku berniat puasa esok hari pada bulan Ramadhan.”
6. Lafal niat mengutip dari kitab Asnal Mathalib
نَوَيْتُ صَوْمَ الْغَدِ مِنْ هَذِهِ السَّنَةِ عَنْ فَرْضِ رَمَضَانَ
Nawaitu shaumal ghadi min hādzihis sanati ‘an fardhi Ramadhāna
Artinya, “Aku berniat puasa esok hari pada tahun ini perihal kewajiban Ramadhan.”
Dari enam bacaan doa niat puasa Ramadhan 2024 di atas, umat Islam dapat melafalkan salah satunya saja. Sebaiknya, muslim membaca niat puasa Ramadhan di malam hari.
Itu tadi doa niat puasa Ramadhan 2024 Arab dan artinya yang dapat dilafalkan umat Islam. Semoga bermanfaat!
Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari