Catat! Bus Salawat Berhenti Beroperasi Mulai 11 Juni, Ini Imbauan Bagi Jemaah Haji

Senin, 10 Juni 2024 | 09:30 WIB
Catat! Bus Salawat Berhenti Beroperasi Mulai 11 Juni, Ini Imbauan Bagi Jemaah Haji
Intip Fasilitas Bus Salawat untuk Jamaah Haji Lansia dan Disabilitas Asal Indonesia [kemenag.go.id]

Suara.com - Bus Salawat dipastikan bakal berhenti beroperasi mulai 11 Juni 2024 atau bertepatan dengan 5 Zulhijjah 1445 H.

Pemberhentian sementara bus salawat dilakukan agar jemaah bisa fokus menyiapkan diri menghadapi puncak haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna).

"Jemaah dapat beristirahat penuh dan mempersiapkan diri menjalani rangkaian puncak haji," ucap Anggota Media Center Kementerian Agama Widi Dwinanda.

Dengan berhentinya operasi bus salawat, ia berharap seluruh aktivitas jamaah mulai 11 Juni 2024 hingga menjelang puncak haji dilakukan di musala hotel atau masjid yang ada di sekitar hotel.

Widi mengemukakan, jemaah perlu menyiapkan fisik dan mental serta kesehatan agar tidak sakit saat puncak haji.

Apalagi saat ini, cuaca di Mekkah di atas 40 derajat celsius pada pagi hingga sore hari. Widi juga menyampaikan diperkirakan suhu akan meningkat hingga 50 derajat Celcius saat puncak haji.

Lebih lanjut, ia mengemukakan pada 14 Juni 2024 mendatang, jemaah haji akan berangkat ke Arafah menggunakan bus.

Untuk masuk ke Armuzna, setiap jemaah haji harus memiliki smart card. Sebab, sebelum naik ke bus, petugas akan memindai kartu pintar milik jamaah.

Bila pemindaian kartu pintar jemaah selesai dan dianggap lengkap, pintu bus akan disegel dengan stiker. Selanjutnya, segel pintu bus akan dibuka di depan maktab di Arafah.

Baca Juga: Naik Haji Diundang Raja Salman, Wirda Mansur Bawa Tas Jutaan Rupiah ke Tanah Suci

Langkah tersebut dilakukan untuk menghindari masuknya jamaah nonvisa haji yang berusaha menyelundup atau diselundupkan ke bus jamaah haji reguler.

Tak cuma itu, PPIH juga menyiapkan skema murur di Muzdalifah untuk jemaah haji lansia, disabilitas dan memiliki risiko tinggi secara medis.

Untuk kuota murur atau hanya melintas di Muzdalifah hanya disediakan terbatas bagi 55 ribu jemaah. Nantinya, bus murur ini langsung membawa jemaah ke Mina untuk mengantarkan melontar jumrah.

“PPIH akan membekali jamaah batu kerikil sejak jemaah ada di Arafah. Pihak Mashariq menyiapkan kantong berisi kerikil sejumlah 70 buah. Jumlah tersebut cukup untuk keperluan lontar Jumrah Aqobah hingga selesai Nafar Tsani,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI