Selebtek.suara.com - Salah satu kalender yang digunakan di dunia dalam pengaturan waktu sehari-hari adalah Bulan Qomariyah (bulan Hijriyah) yang didasarkan pada keteraturan peredaran Bulan dalam mengelilingi Bumi, dan Bumi bersama Bulan dalam mengelilingi Matahari.
Penentuan awal bulan Hijriyah ini sangat penting bagi umat Islam karena berhubungan dengan waktu ibadah, terutama bulan Ramadan, Syawal, dan Zulhijah.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebagai institusi pemerintah yang salah satu tugas pokok dan fungsinya adalah memberikan pelayanan tanda waktu dan posisi bulan dan matahari.
BMKG memberikan pertimbangan secara ilmiah kepada stake holder (Kementerian Agama, dll) dalam penentuan awal bulan hijriyah.
Disamping memberikan informasi data-data Hilal hasil hisab (perhitungan), BMKG juga melaksanakan rukyat (observasi) hilal di 27 lokasi di Indonesia pada 29 Juni 2022 yang dapat disaksikan secara online (Live Streaming) di kanal www.hilal.bmkg.go.id setiap bulan.
Untuk penentuan awal bulan Zulhijah 1443 H, BMKG menyampaikan informasi data-data Hilal (hasil Hisab) saat Matahari terbenam, yang dapat digunakan juga dalam pelaksanaan Rukyat (Observasi) Hilal.
Informasi yang disampaikan meliputi:
Waktu Konjungsi (Ijtima') dan Waktu Terbenam Matahari
Peta Ketinggian Hilal
Peta Elongasi
Peta Umur Bulan
Peta Lag
Peta Fraksi Illuminasi Bulan
Objek Astronomis Lainnya yang Berpotensi Mengacaukan Rukyat Hilal
Data Hilal saat Matahari Terbenam untuk Kota-kota di Indonesia. (*)