Selebtek.suara.com - Hiatusnya BTS dari kegiatan grup karena para anggotanya akan fokus ke kegiatan pribadi/solo nampaknya berbuntut panjang.
Diawali dengan turunnya saham HYBE karena investor khawatir tentang masa depan perusahaan dan bertanya-tanya kapan mereka dapat melihat BTS bersama-sama lagi.
Rupanya berita BTS hiatus dari kegiatan grup berkembang menjadi berita yang simpang siur bahwa seolah-olah BTS akan bubar sehingga menimbulkan kekhawatiran investor.
Dan kekhawatiran yang sama diungkapkan oleh Asosiasi Penyanyi Korea yang pada Rabu (22/6) merilis pernyataan resmi oleh presiden asosiasi Lee Ja Yeon dengan mengirimkan pesan ke BTS dan HYBE Labels untuk mempertimbangkan ulang rencana hiatus grup.
Seperti yang dilansir dari Allkpop, Lee Jae Yeon khawatir terhadap 'hallyu wave' Korea yang saat ini sangat kuat melalui usaha BTS, akan menghilang dan kesulitan mencari pengganti untuk mengisi kekosongan jika BTS akan hiatus sebagai grup.
"Keputusan untuk mengumumkan hiatus juga bukan hal yang mudah. Tolong, dapatkah kalian mempertimbangkan kembali keputusan hiatus sebagai grup, demi masa depan musik Korea Selatan?," ujar Lee Jae Yeon.
Lee Jae Yeon bahkan meminta pemerintahan Korea Selatan untuk melakukan revisi pada aturan wajib militer, agar para artis di industri hiburan dapat ditangguhkan dari wajib militer seperti halnya para atlet dan artis di bidang musik klasik serta seni.
Menanggapi hal tersebut, penggemar BTS yang tergabung dalam fandom ARMY sangat menentang keras usulan dari Asosiasi Penyanyi Korea.
ARMY berpendapat bahwa BTS perlu untuk beristirahat karena mereka sudah bekerja sangat keras selama 10 tahun sejak debut pada tanggal 13 Juni 2013.
Tagar #BTSitsokaytorest serta 'LEAVE THEM ALONE' juga dipopulerkan oleh ARMY melalui Twitter.
ARMY berharap meskipun impact BTS sangat luar biasa, siapapun seharusnya tidak mengatur dan menghargai keputusan BTS, karena mereka berhak membuat keputusan soal hidup mereka sendiri. (*)