Selebtek.suara.com - Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka turut menjadi ‘sasaran’ belasan buruh bangunan yang demo di atas Jembatan Mojo, Sabtu (10/12). Penyebabnya, para buruh bangunan belum juga menerima gaji.
Para buruh bangunan yang berjumlah 13 orang ini merupakan pekerja yang membangun jembatan Mojo yang menghubungkan Kota Solo dengan Sukoharjo yang baru saja diresmikan.
Belasan pekerja bangunan itu menggelar unjuk rasa dengan membawa tulisan dari kardus bekas bertuliskan, 'Bosnya Kabur, mana gajiku, taruhannya nyawa', 'Bayar Gaji Kami Untuk Bertahan Hidup', 'Mas Gibran, Tolong Bantu Kami', dan lainnya.
Menurut para buruh, pihak perusahaan yang merekrut mereka sudah membayarkan gaji ke mandor namun uang tak kunjung dibayar. Bahkan sang mandor diduga kabur.
“Orangnya (mandor) kabur. Jadi kita tidak dibayarkan," kata Sandi, koodinator buruh bangunan, saat menggelar aksi.
Pembangunan jembatan Mojo dimulai sejak Juni 2022. Dengan perjanjian awal, pembayaran dilakukan setiap 2 pekan dengan nominal Rp 30 juta yang dibagi rata untuk 13 pekerja. Namun karena pekerjaan diminta dipercepat, para pekerja diminta lembur dan gaji dibayar pasca-jembatan rampung.
"Diresmikan tanggal 2 Desember, katanya tanggal 7 gajian, tapi sampai sekarang tidak ada uang yang diserahkan kepada kami," ucapnya.