SUARA SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo bersama relawan peduli Orang Dengan Gangguan Jiwa Banyumas melakukan jogging pagi sambil berburu ODGJ.
Setelah jogging beberapa lama, Ganjar dan relawan ODGJ menemukan pria dengan rambut gondrong dan baju lusuh sedang duduk di halte di dekat Masjid Tujuh Belas Purwokerto.
Relawan ODGJ tersebut lantas mengajak Ganjar Pranowo mendatangi dan mengevakuasi pria tersebut.
Belasan relawan itu lantas mendekati ODGJ dan meberikan makan, minum dan diajak bercanda hingga ODGJ itu terlihat nyaman.
Relawan kemudian merayu agar kuku dan rambut ODGJ itu dipotong. "Dipotong ya kuku sama rambutnya. Biar ganteng," rayu para relawan.
Awalnya ODGJ itu tidak mau namun akhirnya menurut. Setelah selesai dipotong rambut dan kukunya, relawan memandikannya di masjid dan menelpon ambulans PMI untuk mengevakuasi ODGJ ke rumah sakit.
"Ini luar biasa. Jadi sebenarnya kalau kita melihat dulu ada Sinau Hurip, hari ini ada relawan ODGJ Banyumas. Cara komunikasinya juga bagus dengan mereka, mulai dari nggak mau terus kemudian sampai bisa tersenyum. Itu sebuah proses yang saya nggak punya ilmunya. Ini betul-betul kawan-kawan yang dengan hati, tulus, mereka peduli dengan ODGJ. Hebat lah," kata Ganjar Pranowo.
Ganjar Pranowo melihat sendiri bagaimana relawan bekerja dengan tulus. Mereka sering hunting, mencari ODGJ dan melakukan perawatan.
Mereka juga sudah paham SOP nya, yakni pendekatan, diurus dan dibersihkan lalu dibawa ke rumah sakit. Dan mereka juga komplit, bawa alat cukur, potong kuku, P3K, makanan, bawa sarapan dan bawa baju.
Baca Juga: KPK Panggil Empat Saksi Kasus Dugaan Korupsi di PT Amarta Karya, Siapa Saja?
"Saya sangat mendukung kawan-kawan hebat ini ya, relawan ODGJ Banyumas. Mudah-mudahan berkembang, tunjukkan keikhlasan dalam membantu saudara-saudara kita ini," pungkasnya.
Sementara itu, Relawan ODGJ, Sapto mengatakan bahwa mereka terbentuk pada Desember 2020 lalu yang beranggotakan 52 orang dari berbagai kalangan.
"Alasan kami mendirikan relawan ini karena kadang ODGJ di jalanan itu kan orang melihatnya sebelah mata, mungkin karena orangnya kotor, dekil, apalagi terlihat yang rambutnya gondrong atau gimbal itu ya mungkin dari situlah orang jadi takut. Jadi kita terbentuk setidaknya kita mengedukasi warga, ke masyarakat, dan kita bisa membersihkan ODGJ agar nantinya bisa bersih, bisa seperti kita semua," katanya.
Selama berkegiatan, sudah lebih dari 200 ODGJ mereka selamatkan atau evakuasi untuk mendapat perawatan. Ada banyak kisah haru, diantaranya sempat mempertemukan ODGJ yang hilang selama puluhan tahun dengan keluarga.