SUARA SEMARANG - Menjamur aksi demo sampaikan kebebasan berpendapat di muka umum oleh mahasiswa yang mewakili rakyat menentang kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dilakukan pemerintah dengan dadakan, hingga pendemo sindir polisi sebagai didikan Ferdy Sambo.
Sindiran para mahasiswa lewat aksi demo tolak kenaikan harga BBM terhadap polisi dengan dihubungkan pada Ferdy Sambo menjadi tamparan tersendiri bagi institusi seragam cokelat itu.
Mahasiswa pun geram atas kenaikan harga BBM dan sikap polisi yang kemudian disindir sebagai didikan Ferdy Sambo, polisinya polisi yang jadi tersangka kasus pembunuhan Brigadir J, yang merupakan anak buahnya sendiri.
Kembali ke aksi tolak kenaikan harga BBM, demo mahasiswa berlangsung di ragam daerah di Indonesia.
Selain mahasiswa, aksi juga dilakukan bersama lintas kalangan yang terdampak pada kebijakan kenaikan harga BBM yang diputuskan pemerintah.
Banyak momen yang terjadi saat demo BBM mahasiswa, dan menjadi viral di media sosial.
Melansir laman Suara, salah satunya adalah demo kenaikan harga BBM di Pematangsiantar, Sumatera Utara.
Tampak dalam momen yang terekam kamera itu mahasiswa yang bentrok dengan aparat meneriakkan nama Ferdy Sambo dengan emosi pada aksi demo yang dilakukan Senin (05/09/2022).
Salah satunya rekaman video yang diunggah oleh akun Instagram @majeliskopi08.
Baca Juga: Pratama Arhan Nihil Kontribusi dalam Laju Impresif Tokyo Verdy di Piala Kaisar 2022
Unggahan di jejaring media sosial Instagram itu memperlihatkan massa yang hendak membakar ban bekas, dan dihentikan oleh sejumlah aparat.
"Aksi para mahasiswa tersebut bentrok dengan aparat penegak hukum saat hendak membakar ban bekas di depan Kantor DPRD Kota Pematangsiantar," tulis keterangan dipetik Suara.com, Rabu (07/09/2022).
Setelah itu, sejumlah massa yang yang membuat barikade sendiri tampak emosi dengan aksi polisi.
Sejumlah massa lantas berteriak lantang ke arah polisi dengan menggeret nama mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo.
"Didikan Sambo, didikan Sambo. Bawaan Sambo kalian semua!" teriak mahasiswa.
Berulang kali mereka terdengar marah dan geram kepada aparat seragam cokelat itu.
Sindiran pedas kepada aparat kepolisian itu terus dilontarkan para peserta aksi.
"Katanya mengayomi mana mengayomi masyarakat!" sindir salah satu perempuan.
Kemudian para massa dikabarkan ikut menyanyikan lagu "Naik-naik ke Puncak Gunung", namun lirik diubah menjadi kata BBM sebagai sindiran gegap gempita.
Di media sosial tayangan video tersebut seketika dibanjiri beragam tanggapan di kolom komentar oleh warganet.
"Respect buat mahasiswa," komentar @suri***.
"Kalau BBM turun yang senang juga bukan hanya mahasiswa kan?" tulis @tra****.
"Semoga Allah SWT melindungi anak-anak mahasiswa," imbuh @momi***.
"Kemana yang dibilang wakil rakyat itu, haha apakah suara mereka keluar menjelang pemilu saja," timpal @hend***.
"yang lagi di atas nggak diginiin? Kalau punya malu ya," sindir @tata****.