SUARA SEMARANG - Penampilan mengagumkan ditunjukkan oleh Korps Marching Band Cenderawasih Akpol saat membuka devile Semarang Flower Festival 2022, Minggu (30/10/2022).
Marching Banda Cenderawasih terdiri dari para Taruna dan Taruni Akpol yang tergabung dalam Taruna tingkat 3 angkatan 55 Batalion Satya Dharma Akademi Kepolisian.
Berseragam merah maron, devile barisan Taruna dan Taruni Marching Band Cenderawasih Akpol menampilkan atraksi.
Kepiawaian stik master utama atau mayoret hingga lagu-lagu yang dibawakan dengan energik, menghibur warga yang menyesaki jalanan di Semarang Flower Festival.
Gagahnya para Taruna dan Taruni calon polisi ini menjadi pemandangan lain, di tengah hangatnya kasus yang menimpa korps Bhayangkara, yakni Ferdy Sambo.
Tontonan permainan marching band Akpol juga banyak disoraki penonton yang memberikan aplaus. Tak lupa mengabadikan dalam ponsel masing-masing.
Selanjutnya parade devile kendaraan bunga Semarang Flower Festival satu persatu dipamerkan.
Mengambil tema Diversity of Semarang, seluruh peserta menghias kendaraan dengan bunga sesuai tema yang diangkat yaitu Etnis, Icon Landmark, Kuliner dan Dolanan Tradisional.
Parade iring-iringan kendaraan bunga dimulai pukul 15.00 WIB hingga 17.00 WIB, dibuka dengan penampilan Marching Band Akpol yang memukau pengunjung.
Selanjutnya, sebanyak 21 defile karnaval kendaraan bunga dari peserta, ada dari BUMN BUMD dan perusahaan di Kota Semarang menampik atraksinya dihadapan tamu dan pengunjung.
Seperti tampak pada kendaraan bunga hias dari Bank BNI 46, sebuah miniatur kapal naga Laksana Cheng Ho berhias bunga dan diramaikan pertunjukan flash mob.
Kemudian, kendaraan bunga dari bank Jateng, mengangkat tema kuliner tradisional lokal wisdom Angkringan. Ada juga dari Bank Mandiri yang mengangkat kearifan lokal mitologi Ratu Pantai Selatan.
Sementara itu, PT Angkasa Pura 1 Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang membuat miniatur pesawat terbang berhias bunga.
Rangkaian kendaraan bunga yang dihias ini benar-benar menghibur masyarakat dan wisatawan yang menyaksikan secara gratis dari pinggir jalan.