Heboh Merapi Munculkan Awan Bentuk Gareng Bukan Petruk, Apa Artinya

Semarang | Suara.com

Selasa, 14 Maret 2023 | 13:22 WIB
Heboh Merapi Munculkan Awan Bentuk Gareng Bukan Petruk, Apa Artinya
Heboh Merapi Munculkan Awan Bentuk Gareng Bukan Petruk. (Instagram @magelang_raya)

SUARA SEMARANG - Gunung Merapi selalu membuat fenomena alam tersendiri. Sejak erupsi sejak Sabtu pekan lalu, muncul heboh awan bentuk Gareng.

Awan yang keluar dari Gunung Merapi bentuk Gareng ini berbeda dengan kebiasaannya yang mengeluarkan awan berbentuk Petruk seperti peristiwa yang meletus sebelumnya.

Lantas apa arti dari awan bentuk Gareng dan bukan Petruk yang dimuncukan dari perut magma Gunung Merapi.

Heboh muncul awan bentuk Gareng viral di media sosial akun Instagram @magelang_raya pada Minggu 12 Maret 2023.

Dalam unggahan sebuah video gumpalan awan Merapi bentuk Gareng ini diciri khaskan dengan tampilan sebuah kuncung.

Kuncung ini khas milik Gareng bukan Petruk sebab perbedaan keduanya dari bentuk fisiknya. Gareng lebih menonjolkan kuncung sedangkan Petruk dengan hidung panjang.

"Nek lihat kuncungnya itu toko wayang gareng, sdg mencangkul. filosofi bentuk fisik Gareng adalah Punakawan yang memiliki tubuh yang kurang sempurna dengan hidung bulat, tangan patah, kaki pincang, dan mata yang juling. Sosok Gareng diartikan sebagai pesan untuk berhati-hati dalam bertindak dan tidak mengambil milik orang lain atau yang bukan haknya" komentar @giyanti_tours.

Berkut makna dan arti dari filosofi Gareng yang merupakan salah satu tokoh punakawan atau pewayangan.

Gareng adalah punakawan yang berkaki pincang. Hal ini merupakan sebuah sanepa dari sifat Gareng sebagai kawula yang selalu hati-hati dalam bertindak. 

Selain itu, cacat fisik Gareng yang lain adalah tangan yang ciker atau patah. Ini adalah sanepa bahwa Gareng memiliki sifat tidak suka mengambil hak milik orang lain. 

Diceritakan bahwa tumit kanannya terkena semacam penyakit bubul. Dalam suatu carangan Gareng pernah menjadi raja di Paranggumiwayang dengan gelar Pandu Pragola. 

Saat itu dia berhasil mengalahkan prabu Welgeduwelbeh raja dari Borneo yang tidak lain adalah penjelmaan dari saudaranya sendiri yaitu Petruk. 

Dulunya, Gareng berujud ksatria tampan bernama Bambang Sukodadi dari pedepokan Bluktiba. 

Gareng sangat sakti namun sombong, sehingga selalu menantang duel setiap satriya yang ditemuinya.

Suatu hari, saat baru saja menyelesaikan tapanya, ia berjumpa dengan satriya lain bernama Bambang Panyukilan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

PVMBG Naikan Status Gunung Dieng Level Waspada, Aktivitas Gempa Meningkat dan Potensi Gas CO2

PVMBG Naikan Status Gunung Dieng Level Waspada, Aktivitas Gempa Meningkat dan Potensi Gas CO2

| Senin, 16 Januari 2023 | 18:55 WIB

Respon Bambang Pacul Soal Wacana Megawati Turun Gunung di Pemilu 2024, Pengamat: Lebih Baik Tetap Sebagai Ibu Bangsa

Respon Bambang Pacul Soal Wacana Megawati Turun Gunung di Pemilu 2024, Pengamat: Lebih Baik Tetap Sebagai Ibu Bangsa

| Selasa, 27 Desember 2022 | 18:13 WIB

Terungkap Gambar Dua Gunung dan Sawah Legendaris Jaman SD Ternyata Ada Wujud Aslinya, Ada di Jateng

Terungkap Gambar Dua Gunung dan Sawah Legendaris Jaman SD Ternyata Ada Wujud Aslinya, Ada di Jateng

| Jum'at, 25 November 2022 | 15:03 WIB

Terkini

Final dan Mengikat, Dasco Pastikan Putusan MK Soal Kuota Perempuan 30 Persen Masuk Revisi UU Pemilu

Final dan Mengikat, Dasco Pastikan Putusan MK Soal Kuota Perempuan 30 Persen Masuk Revisi UU Pemilu

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:41 WIB

5 Kasus Teridentifikasi Penipuan Jual Beli Titik SPPG

5 Kasus Teridentifikasi Penipuan Jual Beli Titik SPPG

Sulsel | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:39 WIB

Mendagri Serahkan Hewan Kurban Kemendagri dan BNPP, Bentuk Kepedulian Sosial Kepada Masyarakat

Mendagri Serahkan Hewan Kurban Kemendagri dan BNPP, Bentuk Kepedulian Sosial Kepada Masyarakat

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:39 WIB

Bukan Mobil Listrik! Suzuki Rilis SUV Baru yang 100 Persen Anti-Bensin, Bebas Pusing Mikir Ngecas

Bukan Mobil Listrik! Suzuki Rilis SUV Baru yang 100 Persen Anti-Bensin, Bebas Pusing Mikir Ngecas

Otomotif | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:38 WIB

Di Lembaga ini Warga Miskin Jateng Dilatih Gratis, Diberi Makan, Lalu Disalurkan ke Tempat Kerja

Di Lembaga ini Warga Miskin Jateng Dilatih Gratis, Diberi Makan, Lalu Disalurkan ke Tempat Kerja

Jawa Tengah | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:38 WIB

'To Kill or To Be Killed', Jaleswari Ingatkan TNI Dilatih Membunuh Bukan Urus Sawah

'To Kill or To Be Killed', Jaleswari Ingatkan TNI Dilatih Membunuh Bukan Urus Sawah

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:37 WIB

Biar Setara dengan TNI, Dasco Sebut Usulan Perpanjangan Usia Pensiun Polri Layak Dipertimbangkan

Biar Setara dengan TNI, Dasco Sebut Usulan Perpanjangan Usia Pensiun Polri Layak Dipertimbangkan

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:35 WIB

Program Magang Nasional Batch 4 Dimulai Juli 2026, Telan Anggaran Rp 4,14 Triliun

Program Magang Nasional Batch 4 Dimulai Juli 2026, Telan Anggaran Rp 4,14 Triliun

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:34 WIB

Gandeng Sekolah Vokasi UNS, PERBASI Solo Tingkatkan Kompetensi Bahasa Inggris Pelatih dan Wasit

Gandeng Sekolah Vokasi UNS, PERBASI Solo Tingkatkan Kompetensi Bahasa Inggris Pelatih dan Wasit

Surakarta | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:32 WIB

Ekonom Senior AMRO: Disrupsi Energi Timur Tengah 4 Kali Lebih Ngeri Dibanding Perang Rusia-Ukraina

Ekonom Senior AMRO: Disrupsi Energi Timur Tengah 4 Kali Lebih Ngeri Dibanding Perang Rusia-Ukraina

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:30 WIB