SUARA SEMARANG – Bank Indonesia menemukan uang palsu di Jawa tengah sebanyak 1.369 lembar selama periode januari – februari 2023.
Dari jumlah itu sebanyak 1.362 ditemukan melalui perbankkan, 3 dari laporan masyarakat serta sisanya dari pengolahan.
Kepala Perwakilan BI Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra mengatakan, salah satu pengungkapan sindikat uang palsu terbesar terdapat di kabupaten Sukoharjo.
“Di sukoharjo kemarin kita langsung datang untuk melihat bagaimana bengkelnya,” ungkap Rahmat
Rahmat Dwisaputra mendorong masyarakat untuk lebih mengenal ciri – ciri keaslian uang dengan tiga langkah yakni dilihat, diraba dan diterawang.
Bank Indonesia juga terus mendorong Program Cinta Bangga Paham Rupiah merupakan penyempurnaan edukasi Ciriciri Keaslian Uang Rupiah kepada masyarakat.
“Masyarakat diharapkan semakin mengerti cara menjaga Uang Rupiah termasuk mengenali ciri - ciri keaslian Uang Rupiah sehingga terhindar dari kejahatan pemalsuan uang,” ungkapnya
Sebelumnya Bank Indonesia juga telah mengeluarkan uang emisi tahun 2022 yang memiliki tingkat pengamanan lebih tinggi.
Uang emisi baru ini menggunakan tekhnologi micro lense yang tidak mudah untuk ditiru dan dipadukan dengan benang pengaman yang menggunakan motif batik kawung.
Baca Juga: Sempat Ogah Bubar, Massa Buruh Akhirnya Tinggalkan Depan Gedung DPR RI
Selain itu pada uang kerta emisi tahun 2022 dicetak dengan menggunakan tekhnologi optically variable magnetic ink.
Rahmat Dwisaputra menambahkan, Seiring program Clean Money Policy, jumlah uang rusak yang ditarik Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah melalui kegiatan kas keliling dan penukaran uang selama periode Januari - Februari 2023 adalah sebanyak Rp 57,4 Milyar.