Radjawali Semarang Cultural Center, Pusat Seni Budaya Bertaraf Internasional Diresmikan

Semarang

Senin, 15 Mei 2023 | 22:24 WIB
Radjawali Semarang Cultural Center, Pusat Seni Budaya Bertaraf Internasional Diresmikan
Ruang Pertunjukkan Radjawali Semarang Cultural Center

SUARA SEMARANG - Radjawali Semarang Cultural Center yang merupakan gedung Pusat seni budaya bertaraf Internasional secara resmi hadir di Semarang.

General Manager Radjawali Semarang Cultural Center, Handrijana Hardha mengatakan, Radjawali SCC dibangun berdasarkan kolaborasi  seni budaya warisan nenek moyang dengan karya seni modern. 

Menurutnya desain gedung yang berada di jl.piere tendean ini terdiri dari tiga unsur yaitu hutan, laut dan batik sehingga memberikan suasana yang unik dan menonjolkan keberagaman seni budaya Indonesia. 

“Walaupun dari sisi desain bangunan menggunakan unsur-unsur budaya Indonesia, fasilitas yang kami sediakan berstandar Internasional,” Kata Handrijana di sela acara peresmian gedung Radjawali Semarang Cultural Center, senin (15/5/2023)

Radjawali SCC sendiri  dilengkapi dengan  panggung ukuran 16 x 7 meter, serta kapasitas penonton hingga 286 orang.

Terdapat  pula ruang FOH serta sound engineering, color changing lighting, dan operator multimedia. 

“Ruangan performance hall ini biasanya digunakan untuk pertunjukan seni seperti konser musik, pagelaran teater, tari, fashion show, pemutaran film, seminar/workshop, konferensi, peluncuran produk, acara penghargaan, hingga gathering perusahaan,” ungkapnya

Sementara itu Ruang lainnya yaitu Multifunction Hall seluas 400 m2 yang bisa digunakan untuk pameran, pertunjukan seni, atau kegiatan pribadi/komersial lainnya. 

Sedangkan Outdoor Plaza bisa digunakan oleh masyarakat secara gratis untuk pagelaran outdoor, sarana olahraga, berkumpul komunitas dan sebagainya. 

baca juga

“Fasilitas kami juga memiliki akses khusus untuk penyandang disabilitas. Dengan fasilitas lengkap seperti ini, sebuah gedung kesenian sudah bisa menyelenggarakan pertunjukan seni kelas dunia,” kata Handrijana

Ditempat yang sama  Plt. Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah, Sulistyo, S.Pd., MM. Mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi segala upaya yang dilakukan berbagai pihak dalam pengembangan dan pelestarian seni budaya di berbagai daerah, khususnya Radjawali SCC yang memiliki visi dan komitmen untuk mendukung pentas seni di Jawa Tengah.

Ia  berharap Radjawali SCC tidak hanya menampilkan karya pekerja seni lokal, tetapi juga dapat mendatangkan pertunjukan berkualitas baik tingkat nasional maupun dunia agar dapat membuka wawasan pekerja seni kita tanpa perlu jauh-jauh ke luar negeri. 

“Semoga kiprah Radjawali SCC bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain baik di Jawa Tengah dan wilayah lain di Indonesia dalam menumbuhkan antusiasme dan kreativitas seni anak bangsa.” Kata Sulistyo

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tumplek Blek Cosplay dan Lagu Cover Anime Jepang di Go Ndezu Japan Night

Tumplek Blek Cosplay dan Lagu Cover Anime Jepang di Go Ndezu Japan Night

Semarang | Senin, 15 Mei 2023 | 14:11 WIB

Ernando Ari Sutaryadi, Kiper Timnas U 22 Asal Semarang Yang Bikin Vietnam Mati Kutu

Ernando Ari Sutaryadi, Kiper Timnas U 22 Asal Semarang Yang Bikin Vietnam Mati Kutu

Semarang | Minggu, 14 Mei 2023 | 10:47 WIB

Robot Tari, Solusi atau Ancaman bagi Kekayaan Budaya Indonesia?

Robot Tari, Solusi atau Ancaman bagi Kekayaan Budaya Indonesia?

Your Say | Jum'at, 12 Mei 2023 | 11:24 WIB

Terkini

AKBP Terlapor Dugaan Pelecehan Polwan Batal Dilantik jadi Kabid Dokkes Polda Sumbar

AKBP Terlapor Dugaan Pelecehan Polwan Batal Dilantik jadi Kabid Dokkes Polda Sumbar

Sumbar | Selasa, 28 Juli 2026 | 14:07 WIB

Dimediasi Dasco, PWI dan Hotman Paris Berdamai: Laporan Dugaan Penghinaan Dicabut

Dimediasi Dasco, PWI dan Hotman Paris Berdamai: Laporan Dugaan Penghinaan Dicabut

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 14:05 WIB

Down and Out in Paris and London: Kisah Nyata George Orwell Mengungkap Sisi Gelap Kemiskinan

Down and Out in Paris and London: Kisah Nyata George Orwell Mengungkap Sisi Gelap Kemiskinan

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 14:05 WIB

GMFI Hapus Akumulasi Rugi Rp512,9 Juta Dolar AS, Siap Tancap Gas Ekspansi

GMFI Hapus Akumulasi Rugi Rp512,9 Juta Dolar AS, Siap Tancap Gas Ekspansi

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 14:04 WIB

Istana Minta TNI Tak Hambat Ekspor Logam Tanah Jarang

Istana Minta TNI Tak Hambat Ekspor Logam Tanah Jarang

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 14:04 WIB

Belanja Pegawai Sulit, Mendagri Desak Purbaya Segera Cairkan Anggaran DBH ke Pemda

Belanja Pegawai Sulit, Mendagri Desak Purbaya Segera Cairkan Anggaran DBH ke Pemda

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 14:04 WIB

Review Serial Lucky: Pelarian Berdarah Anya Taylor-Joy dan Misteri 10 Juta Dolar

Review Serial Lucky: Pelarian Berdarah Anya Taylor-Joy dan Misteri 10 Juta Dolar

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 14:03 WIB

Soal Peluang Harga Pertamax Turun Agustus, Wamen ESDM: Kita Ikuti Harga Pasar!

Soal Peluang Harga Pertamax Turun Agustus, Wamen ESDM: Kita Ikuti Harga Pasar!

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 14:00 WIB

The Art of Solitude: Ketika Kesendirian Jadi Jalan Mengenal Diri Sendiri

The Art of Solitude: Ketika Kesendirian Jadi Jalan Mengenal Diri Sendiri

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 14:00 WIB

Presiden Macron Sebut Kebakaran Hutan Eropa Lebih Buruk dari Kondisi Perang Dunia II

Presiden Macron Sebut Kebakaran Hutan Eropa Lebih Buruk dari Kondisi Perang Dunia II

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 13:58 WIB

×