Merawat yang Tersisih, Kertas dari Serat Kotoran Gajah-Panda di Taman Safari Indonesia dan Kontribusi UMKM Binaan YDBA

Semarang

Jum'at, 14 Juli 2023 | 14:12 WIB
Merawat yang Tersisih, Kertas dari Serat Kotoran Gajah-Panda di Taman Safari Indonesia dan Kontribusi UMKM Binaan YDBA
Tim Taman Safari Indonesia menyampaikan informasi pengolahan limbah organik menjadi produk bernilai tambah, berupa kertas daur ulang dari kotoran Gajah dan Panda pada stakeholders dan YDBA (Suara Semarang/DOK)

Adonan bubur kertas yang sudah suap kemudian dibentuk hingga menjadi lembaran berukuran 40 x 50 cm dan dijemur.

Safari Poo Paper setiap harinya bisa memproduksi mencapai 210 lembar kertas, kemudian dijadikan bentuk buku atau souvenir lainnya, dan dijual di Taman Safari Bogor.

Produksi dilakukan tak hanya Taman Safari Bogor, namun juga dilakukan di Bali Safari & Marine Park (BSMP).

Setidaknya Taman Safari Indonesia memiliki empat tempat, bila semua dimaksimalkan maka produksi menjadi lebih besar.

CEO PT Greenprosa Adikara Nusa (Greenprosa), Arky Gilang Wahab saat menjelaskan prosespengolahan sampah kolaborasi Greenprosa bersama Taman Safari Indonesia (TSI) melalui IntegratedWaste Management (IWM) kepada stakeholders Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) [Suara Semarang/Dok]
CEO PT Greenprosa Adikara Nusa (Greenprosa), Arky Gilang Wahab saat menjelaskan prosespengolahan sampah kolaborasi Greenprosa bersama Taman Safari Indonesia (TSI) melalui IntegratedWaste Management (IWM) kepada stakeholders Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) (sumber: Suara Semarang/Dok)

Pengelolaan Sampah Berkelanjutan  

Melihat keberhasilan mengolah kotoran gajah menjadi kertas, Astra melalui Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) ingin turut berperan.

YDBA ingin memberikan gambaran pengelolaan sampah bernilai jual kepada para stake holder dengan mengunjungi Taman Safari Indonesia, Rabu 12 Juli 2023.

YDBA mengajak stakeholder untuk bisa mencontoh penerapan Integrated Waste Management (IWM) seperti Taman Safari Indonesia dan  PT Greenprosa Adikara Nusa (Greenprosa).

Nyatanya pada penerapan IWM juga bisa memberdayakan pelaku Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM).

baca juga

Dalam pengolahan sampah yang mengacu pada 3R (Reduce, Reuse, Recycle), IWM mengoptimalkan mesin pengolahan sampah yang diproduksi oleh UMKM Manufaktur binaan YDBA) yaitu PT Astana Wira Karya. 

"Beberapa mesin yang diproduksi antara lain, mesin pemilah sampah, mesin conveyor pemilahan, mesin conveyer feeder, mesin pencacah plastic, mesin sentris (pengering plastik), mesin pencetak bijih plastik, mesin pengayak kompos dan mesin lainnya," ujar Ketua Pengurus YDBA Sigit P Kumala.

YDBA merasa perlunya manajemen pengelolaan sampah yang inovatif dan bernilai tambah dibuat lebih banyak pada ragam instansi.

Tentu hal ini mencontoh seperti yang dilakukan oleh Taman Safari Indonesia (TSI) berkolaborasi dengan PT Greenprosa Adikara Nusa (Greenprosa) melalui Integrated Waste Management (IWM).

YDBA berkesempatan mengajak bebrapa stakeholders untuk melihat IWM yang diterapkan oleh TSI bersama Greenprosa.

Beberapa stakeholders tersebut, antara lain perwakilan dari Lembaga Nasional Single Window Kementerian Keuangan RI, Koalisi Kependudukan Indonesia, Universitas Parahyangan, Divisi Environment & Social Responsibility (ESR) Astra dan Yayasan Pendidikan Astra Michael D Ruslim.

Hadir dalam kegiatan tersebut, selain Ketua Pengurus YDBA, Sigit P Kumala, Sekretaris Pengurus YDBA Ema Poedjiwati Prasetio, Advisor YDBA Tonny Sumartono.

Kemudian Kepala Lembaga Nasional Single Window Kemenkeu RI M Agus Rofiudin, Ketua Umum Koalisi Kependudukan Indonesia Dr. Sonny Harry B Harmadi, Sekretaris Pengurus YPAMDR Wedijanto Widarso, dan beberapa tim perwakilan ESR Astra serta Universitas Parahyangan.

Kunjungan diterima langsung oleh CEO Greenprosa, Arky Gilang Wahab serta Operation Manager TSI Bogor, Suharto.

Dalam kunjungan tersebut Arky Gilang Wahab menyampaikan, kerja sama yang telah dibangun.

"Sejak April hingga 11 Juli 2023, TSI bersama Greeprosa telah berhasil mengelola sampah sebanyak 229,9 ton. Salah satu pengelolaan sampah yang dilakukan, yaitu budidaya maggot untuk kebutuhan pakan ternak maupun pupuk organik," kata Arky Gilang, Rabu 12 Juli 2023.

Stakeholder juga diajak melihat magot sangrai hasil budidaya maggot dari sampah organik, kemudian dihasilkan juga pupuk organik yang berasal dari satwa dan kasgot (sampah yang didekomposisi maggot).

Tak hanya itu, residu dari waste yang dihasilkan dari sampah itu juga dijual/ dipasok ke salah satu pabrik semen untuk digunakan sebagai bahan bakar.

Ketua Pengurus YDBA Sigit P Kumala berharap, gambaran yang dilakukan Greenprosa maupun TSI dapat menambah wawasan para stakeholders yang hadir dalam kunjungan tersebut.

"Sehingga secara bertahap dapat menerapkan cara pengelolaan yang sama, yaitu pengelolaan sampah yang berkelanjutam, terintegrasi dan bernilai tambah," kata Sigit P Kumala.

YDBA memang menyoroti besarnya populasi sampah dan limbah yang dihasilkan oleh kehidupan manusia, baik itu organik maupun anorganik.

Mengulik data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), volume timbulan sampah di Indonesia pada 2022 mencapai 19,45 juta ton.

Sementara itu memilahkan jenisnya, mayoritas timbulan sampah nasional pada 2022 berupa sampah sisa makanan dengan proporsi 41,55%.*** (Diaz A)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Temu Bisnis IKM Solo Raya, YDBA Astra-Kemenperin Suntik Semangat agar Naik Kelas dengan Fasilitasi Pemasaran

Temu Bisnis IKM Solo Raya, YDBA Astra-Kemenperin Suntik Semangat agar Naik Kelas dengan Fasilitasi Pemasaran

Semarang | Jum'at, 07 Juli 2023 | 11:59 WIB

Peran YDBA Astra-Pamapersada Nusantara Gaet Dewoz Art, UMKM Kayu Besi yang Suplai Alat Sekolah

Peran YDBA Astra-Pamapersada Nusantara Gaet Dewoz Art, UMKM Kayu Besi yang Suplai Alat Sekolah

Semarang | Rabu, 16 November 2022 | 15:18 WIB

Sinopsis Ad Astra (2019) Film Petualangan Fiksi Ilmiah yang Terima Ulasan Positif Kritikus

Sinopsis Ad Astra (2019) Film Petualangan Fiksi Ilmiah yang Terima Ulasan Positif Kritikus

Semarang | Jum'at, 21 Oktober 2022 | 14:26 WIB

Terkini

Jateng Jadi Basis Pelanggan Terbesar Indosat, Trafik Data Naik 10,4 Persen

Jateng Jadi Basis Pelanggan Terbesar Indosat, Trafik Data Naik 10,4 Persen

Jawa Tengah | Kamis, 30 Juli 2026 | 06:21 WIB

DFSK E5 Plus Resmi Meluncur di GIIAS 2026 dengan Harga Spesial Mulai Rp479 Juta

DFSK E5 Plus Resmi Meluncur di GIIAS 2026 dengan Harga Spesial Mulai Rp479 Juta

Otomotif | Kamis, 30 Juli 2026 | 06:14 WIB

Karhutla Hanguskan 40 Hektare Lahan di Palangka Raya

Karhutla Hanguskan 40 Hektare Lahan di Palangka Raya

Foto | Kamis, 30 Juli 2026 | 06:00 WIB

50 Persen Pengaduan di Jateng Isinya Sama: Perusahaan Nekat Tahan Ijazah Mantan Karyawan

50 Persen Pengaduan di Jateng Isinya Sama: Perusahaan Nekat Tahan Ijazah Mantan Karyawan

Jawa Tengah | Kamis, 30 Juli 2026 | 05:51 WIB

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

Sumsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:40 WIB

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:06 WIB

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:57 WIB

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Bogor | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:37 WIB

×