Bantu Pabrik Tahu Rumahan Berkembang, Polines Semarang Hibahkan Alat Penyaring Sari Kedelai

Semarang

Senin, 31 Juli 2023 | 18:47 WIB
Bantu Pabrik Tahu Rumahan Berkembang, Polines Semarang Hibahkan Alat Penyaring Sari Kedelai
Penyaring kedelai ciptaan dosen Polines Semarang (semarang.suara.com)

SUARA SEMARANG - Dalam rangka mewujudkan salah satu tridarma perguruan tinggi yakni Pengabdian kepada Masyarakat, dosen Politeknik Negeri Semarang (Polines) menghibahkan sebuah Teknologi Tepat Guna (TTG) mesin penyaring sari kedelai di pabrik rumahan produksi tahu di Dusun Jetis, Desa Leyangan, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Ali Sai’in mengatakan bahwa TTG dalam bentuk mesin penyaring sari kedelai yang dihibahkan ini diciptakan sendiri sesuai survei kebutuhan di masyarakat.

Adapun proses pembuatan mesin penyaring sari kedelai ini dimulai sejak bulan Februari 2023.

“Sejak bulan Februari kami sudah melaksanakan survei di lapangan, yang menarik perhatian salah satunya home industry di Ungaran ini. Kami melihat proses produksi tahu dan merasa ada yang bisa ditingkatkan,” jelas Ali Sabtu (15/7/2023).

Dari beberapa proses tahapan produksi tahu yang masih dilakukan dengan konvensional, Ali mengatakan proses penyaringan sari kedelai yang menggunakan tenaga manusia bisa dialihkan menjadi tenaga mesin.

“Dengan begitu, pabrikan rumahan bisa memproduksi tahu dengan lebih efektif dan juga efisien,” imbuhnya.

Ali menjelaskan bahwa prinsip kerja dari mesinnya dilakukan dengan cara menyedot sari kedelai di dalam tabung menggunakan pompa, yang kemudian disalurkan ke penyaring tahu yang bergerak maju mundur secara otomatis dengan motor listrik.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan bisa membantu proses produksi, yang bisa diterapkan di pabrikan rumahan lainnya.

“Tentunya jika ada yang berminat, kami bisa juga membantu untuk menciptakan mesinnya,” pungkasnya.

Putra dari pemilik pabrik rumahan tahu yang diberikan hibah, Sam’un Hadi mengaku berterima kasih atas pemberian mesin penyaring sari kedelai ini lantaran bisa memproduksi tahu dengan lebih higienis dan terjaga kualitasnya.

Dirinya mengatakan bahwa usaha produksi tahu rumahan yang digeluti keluarganya itu  sudah berlangsung sejak tahun 1979-an, kemudian berpindah ke lokasi yang sekarang di tahun 1997-an.

“Dari dulu ya memang masih menggunakan tenaga manusia seluruhnya,” sambungnya.

Dirinya menginginkan produksi tahu ini bisa terus lestari, apalagi tahu merupakan makanan yang merakyat. Dengan hadirnya teknologi baru di pabrikan rumahan milik orang tuanya, ia berharap proses produksi bisa lebih maksimal lagi.

Dijelaskan, bahwa proses produksi tahu memakan waktu yang tidak sedikit.

Pertama, kedelai perlu ditakar dan direndam air supaya teksturnya mudah diolah. Biji kedelai kemudian digiling dan selanjutnya direbus.

Proses berikutnya ialah penyaringan ampas dari sari kedelai dan ditutup dengan pencetakan bentuk.

“Namanya tenaga manusia kan ada lelahnya, jika dibantu teknologi seperti ini bisa lebih baik,” sambungnya.

Dia berharap, beberapa pabrik tahu lainnya juga dapat merasakan kemudahan produksi karena menggunakan alat penyaring sari tahu yang diterima dari Polines Semarang seperti miliknya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jadwal PSIS Semarang, di Bulan Agustus ada 2 Laga Kandang, MenjamuArema dan Persib Bandung

Jadwal PSIS Semarang, di Bulan Agustus ada 2 Laga Kandang, MenjamuArema dan Persib Bandung

Jawa Tengah | Senin, 31 Juli 2023 | 18:34 WIB

Dosen Polines Semarang Ciptakan Mesin Pembuat Pakan Ikan, Dihibahkan ke UPTD BBI Siwarak

Dosen Polines Semarang Ciptakan Mesin Pembuat Pakan Ikan, Dihibahkan ke UPTD BBI Siwarak

| Senin, 31 Juli 2023 | 18:28 WIB

Tim-tim BRI Liga 1 2023-2024 yang Kena Denda karena Suporter Datang di Laga Tandang

Tim-tim BRI Liga 1 2023-2024 yang Kena Denda karena Suporter Datang di Laga Tandang

Bola | Minggu, 30 Juli 2023 | 16:00 WIB

Terkini

Harapan Baru Pasca Musibah, Universitas Budi Luhur Beri Beasiswa Nusantara untuk Siswa Aceh Tamiang

Harapan Baru Pasca Musibah, Universitas Budi Luhur Beri Beasiswa Nusantara untuk Siswa Aceh Tamiang

Banten | Minggu, 07 Juni 2026 | 23:15 WIB

Perangi Hoaks di Medsos, Puluhan Siswa SMKN 1 Cilegon Digembleng Ilmu Jurnalistik

Perangi Hoaks di Medsos, Puluhan Siswa SMKN 1 Cilegon Digembleng Ilmu Jurnalistik

Banten | Minggu, 07 Juni 2026 | 23:10 WIB

Siapa Ahmad Nasuhi? Terpidana Korupsi Masjid Sriwijaya yang Kini Jadi Sorotan Usai Kecelakaan Maut

Siapa Ahmad Nasuhi? Terpidana Korupsi Masjid Sriwijaya yang Kini Jadi Sorotan Usai Kecelakaan Maut

Sumsel | Minggu, 07 Juni 2026 | 23:08 WIB

QRIS BSB Mobile Tidak Bisa Digunakan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

QRIS BSB Mobile Tidak Bisa Digunakan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Sumsel | Minggu, 07 Juni 2026 | 22:35 WIB

Klasemen Akhir Grup A Piala AFF U-19 2026: Timnas Indonesia Lolos ke Semifinal

Klasemen Akhir Grup A Piala AFF U-19 2026: Timnas Indonesia Lolos ke Semifinal

Bola | Minggu, 07 Juni 2026 | 22:32 WIB

Ngeri! Kamp Timnas Swiss dan Norwegia di Piala Dunia 2026 Berada di Sarang Ular

Ngeri! Kamp Timnas Swiss dan Norwegia di Piala Dunia 2026 Berada di Sarang Ular

Bola | Minggu, 07 Juni 2026 | 22:32 WIB

Ahmad Nasuhi Tabrak 5 Orang hingga 2 Tewas, Mengapa Eks Terpidana Korupsi Ini Sudah Bebas?

Ahmad Nasuhi Tabrak 5 Orang hingga 2 Tewas, Mengapa Eks Terpidana Korupsi Ini Sudah Bebas?

Sumsel | Minggu, 07 Juni 2026 | 22:04 WIB

Timnas Indonesia Lolos Semifinal Piala AFF U-19 2026 Usai Kalahkan Vietnam

Timnas Indonesia Lolos Semifinal Piala AFF U-19 2026 Usai Kalahkan Vietnam

Bola | Minggu, 07 Juni 2026 | 22:04 WIB

Terdampak Rupiah Melemah, Baskara Putra Ngeri Harga Kebutuhan Makin Mahal

Terdampak Rupiah Melemah, Baskara Putra Ngeri Harga Kebutuhan Makin Mahal

Entertainment | Minggu, 07 Juni 2026 | 22:00 WIB

Bisakah Kanada Lolos Fase Gugur untuk Pertama Kali? Intip Kekuatan The Reds di Piala Dunia 2026

Bisakah Kanada Lolos Fase Gugur untuk Pertama Kali? Intip Kekuatan The Reds di Piala Dunia 2026

Bola | Minggu, 07 Juni 2026 | 21:50 WIB