Proses berikutnya ialah penyaringan ampas dari sari kedelai dan ditutup dengan pencetakan bentuk.
“Namanya tenaga manusia kan ada lelahnya, jika dibantu teknologi seperti ini bisa lebih baik,” sambungnya.
Dia berharap, beberapa pabrik tahu lainnya juga dapat merasakan kemudahan produksi karena menggunakan alat penyaring sari tahu yang diterima dari Polines Semarang seperti miliknya.