SUARA SEMARANG - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengenalkan satu kader anaka muda. Sebuah video siluet ditampilkan mengenalkan Mawar, bukan nama aslinya.
Dalam video gambar siluet tampak sosok anak muda dengan berkacamata. Dugaan kuat mengemuka jika PSI sedang mengenalkan Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Joko Widodo.
PSI pada akun Instagram resminya, feed postingan yang di pin tersebut jelas terlihat wajah mirip Kaesang Pangarep.
Wakil Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Andy Budiman merespon viralnya berita dugaan bahwa Kaesang Pangarep bergabung dengan partainya.
Dalam reels tersebut, siluet mirip Kaesang menjadi bumper video berjudul "Namaku Mawar". Bahkan dalam video itu terdapat monolog yang suaranya sangat mirip dengan Kaesang.
Andy Budiman dalam merespon komentar netizen hanya meminta doa agar anak-anak muda Indonesia berani terjun ke politik.
“Mohon doa, semoga hal-hal haik terjadi. Indonesia butuh lebih banyak anak-anak muda hebat untuk terjun ke politik,” ujar Caleg DPR RI Daerah Pemilihan Jawa Tengah 1 tersebut pada Kamis (21/9/2023).
Caleg yang akan bertarung di Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Salatiga, dan Kendal itu menyebut bahwa masa depan Indonesia sangat bergantung pada para pemuda yang menjadi populasi terbesar hingga tahun 2045 mendatang.
Oleh karena itu Andy menegaskan, anak-anak muda kreatif dan hebat seperti Kaesang harus dilibatkan.
“Politik itu arena merebut masa depan. Anak muda harus terlibat,” kata Andy Budiman.
Sebelumnya Kaesang memang sudah pernah diisukan akan menjadi kader PSI. Namun, PDIP mengatakan ada aturan 'satu keluarga satu partai'.
Mengenai isu ini, Ketua DPP PDIP Puan Maharani akan bertanya langsung kepada Kaesang.
Selain itu, kakak sulung Kaesang, Gibran Rakabuming Raka buka suara soal video mirip adiknya. Menurut Walikiota Solo itu, video tersebut hanya bisa dijelaskan oleh PSI sebagai pemilik akun.
"Itu kan urusannya PSI, ya tanya PSI. Saya kan dari PDI Perjuangan," kata putra sulung Presiden Jokowi itu.
Di jelaskan dalam video siluet PSI mirip Kaesang Pangarep disertai narasi bahwa ia bergabung dengan partai anak muda itu.