Pelatihan yang demikian disebutnya akan memberikan keteguhan pada para perajin bila menekmukan keraguan menjalani usaha.
“Istilahnya perajin kana da keraguan kalau ada begi begini, dengan pembinaan basic mentality rekan rekan sedikit demi sedikit bisa mengatasi,” katanya.
Buah dari ketekunan Supriyanto, pada 2021 dia dipercaya oleh Kemenperin dan Kemenkop dan UMKM menjadi salah satu yang bertanggungjawab dalam audit sertifikasi (SNI) Cangkul Merah Putih.
Program ini disebut sebagai gerakan melokalisasi cangkul buatan dalam negeri. Pertarungannya jelas untuk melawan gempuran impor alat pertanian dari luar negeri seperti China ataupun Malaysia.
Selain itu tentu untuk menjaga UMKM sebagai soko guru perekonomian di Indonesia.
Kini pasar produk dari UMKM Pande Besi UD Arum Sari makin berkembang dengan bermacam inovasi membuat alat pertanian, perkebunan, dan proyek.
Khusus untuk cangkul saja mungkin belasan hingga puluhan desain, belum sabit, parang, dodos sawit, cetakan batako dan lain-lain. Produknya juga sudah menyeberang hingga Kalimantan, seperti alat dodos sawit.
“Kemarin ada pesanan ke Kalimantan, misal pesanan dari Astra Agro Lestari. Kalai di Kalimantan itu kabarnya banyak produk dari Malaysia. Kita Alhamdulillah bisa masuk ke sana,” kata dia.***
Kontributor: Diaz Abidin