Hampir 100 anak meninggal akibat gangguan ginjal akut, epidemiolog sebut sudah genting dan desak status 'KLB gagal ginjal akut'

Serang | Suara.com

Kamis, 20 Oktober 2022 | 21:51 WIB
Hampir 100 anak meninggal akibat gangguan ginjal akut, epidemiolog sebut sudah genting dan desak status 'KLB gagal ginjal akut'
Ilustrasi: Ibu dan anaknya yang tengah dirawat di rumah sakit (Antara)

Sepekan setelah pertama kali dilaporkan, kasus gangguan ginjal akut pada anak di Indonesia
melonjak menjadi lebih dari 200 kasus dengan angka kematian sebanyak 99 anak atau hampir 50%
dari total kasus.


Hingga kini Kementerian Kesehatan belum dapat memastikan penyebab pasti gangguan ginjal akut yang
mendera ratusan anak Indonesia, namun telah menyetop sementara penjualan dan penggunaan obat
dalam bentuk cair atau sirup demi “menyelamatkan anak”.


Akan tetapi, pakar epidemiologi memandang situasi gangguan ginjal akut di Indonesia “sudah genting”
dan “sangat serius”, sehingga perlu ditetapkan status kejadian luar biasa (KLB) gagal ginjal akut.


“Saya melihat ini sudah genting, sangat serius. Ketika kasus seperti ini terjadi, jelas itu adalah puncak
gunung es. Kita tahu bagaimana surveilans kita, artinya korbannya jauh lebih banyak,” ujar pakar
epidemiologi dari Universitas Griffith di Australia, Dicky Budiman, Rabu (19/10/2022).

Mantan direktur penyakit menular WHO Asia Tenggara, Tjandra Yoga Aditama, menegaskan perlu
dilakukan upaya maksimal untuk menyelidiki kejadian ini, "agar segera terjawab apa sebenarnya
penyebabnya dan bagaimana penanggulangannya".


Namun, juru bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril mengatakan hasil penelitian yang
dilakukan otoritas kesehatan bersama dengan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) baru akan dirilis pekan depan.


“Minggu depan hasil penelitian akan kita publish, apakah memang senyawa campuran obat - bukan
obatnya - yang menyebabkan, seperti halnya di Gambia, atau ada penyebab lain yang menyebabkan
gangguan ginjal akut,” jelas Syahril.


Per Selasa, 18 Oktober 2022, dilaporkan sebanyak 206 kasus gangguan ginjal akut pada anak terjadi di
20 provinsi di Indonesia, dengan tingkat kematian 99 kasus atau 48% dari seluruh kasus

Obat sirup disetop sementara

salah satu Apotek di jakarta [Antara]
salah satu Apotek di jakarta (sumber: Antara)

Langkah pembatasan obat cair atau sirup yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia, disambut positif oleh pakar epidemiologi dari Universitas Griffith di Australia, Dicky Budiman.


Namun dia menegaskan, perlunya mitigasi risiko agar masyarakat tidak khawatir dan bertanya-tanya
tentang keamanan obat yang dikonsumsi anak mereka.


“Ini tentu harus ada opsi solusinya.”
Adapun, dalam surat edaran yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan, disebut bahwa obat-obatan
selain sirup dapat digunakan, sebab komponen untuk membuat obat sirup lah yang diduga menjadi
penyebab gangguan ginjal akut, seperti halnya yang terjadi di Gambia.


Dokter bisa menggunakan obat penurun panas yang berbentuk tablet atau yang bisa dimasukkan secara anal, atau suppositoria, dan melalui injeksi.


KLB gagal ginjal akut


Dicky Budiman menyoroti lemahnya kemampuan pendeteksian di Indonesia, yang dia anggap
berkontribusi pada tingginya angka kematian akibat gangguan ginjal akut.


Dia pun menegaskan sudah semestinya pemerintah Indonesia menetapkannya sebagai kejadian luar
biasa (KLB).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pedagang Obat Pasar Pramuka Merugi, Pemerintah diminta beri Penjelasan terkait Obat Sirup yang Dilarang

Pedagang Obat Pasar Pramuka Merugi, Pemerintah diminta beri Penjelasan terkait Obat Sirup yang Dilarang

| Kamis, 20 Oktober 2022 | 21:13 WIB

Telan Puluhan Korban, Momen Ayah Sehari Sebelum Putrinya Meninggal Akibat Gagal Ginjal Misterius Mengiris Hati

Telan Puluhan Korban, Momen Ayah Sehari Sebelum Putrinya Meninggal Akibat Gagal Ginjal Misterius Mengiris Hati

Your Say | Kamis, 20 Oktober 2022 | 20:33 WIB

Geger, Video Berisi Daftar Obat Berbahaya untuk Anak-anak, Hingga Diduga Penyebab Utama Anak Gagal Ginjal, Buat Warganet Panik

Geger, Video Berisi Daftar Obat Berbahaya untuk Anak-anak, Hingga Diduga Penyebab Utama Anak Gagal Ginjal, Buat Warganet Panik

| Kamis, 20 Oktober 2022 | 20:32 WIB

Terkini

Naik 500 Persen! Program KNMP Sukses Ciptakan Belasan Lapangan Kerja Baru di Wilayah Pesisir

Naik 500 Persen! Program KNMP Sukses Ciptakan Belasan Lapangan Kerja Baru di Wilayah Pesisir

News | Rabu, 01 April 2026 | 20:30 WIB

Lebih dari Sekadar Teror, Tumbal Proyek Hadirkan Plot Twist, Thriller, dan Gore Mencekam

Lebih dari Sekadar Teror, Tumbal Proyek Hadirkan Plot Twist, Thriller, dan Gore Mencekam

Entertainment | Rabu, 01 April 2026 | 20:30 WIB

Galaxy S25 Ultra Bisa Ditukar Gratis ke S26 Series, Ini Cara dan Syaratnya

Galaxy S25 Ultra Bisa Ditukar Gratis ke S26 Series, Ini Cara dan Syaratnya

Tekno | Rabu, 01 April 2026 | 20:28 WIB

Saat Opini Media Sosial Dianggap Lebih Valid dari Sains: Selamat Datang di Era Matinya Kepakaran

Saat Opini Media Sosial Dianggap Lebih Valid dari Sains: Selamat Datang di Era Matinya Kepakaran

Your Say | Rabu, 01 April 2026 | 20:25 WIB

Mahalnya Harga BBM, Warga Singapura Pilih Isi Bensin hingga ke Malaysia

Mahalnya Harga BBM, Warga Singapura Pilih Isi Bensin hingga ke Malaysia

Otomotif | Rabu, 01 April 2026 | 20:25 WIB

Hadapi Persiku, Kendal Tornado FC Diperkuat Tambahan Dua Amunisi Eks Timnas Indonesia

Hadapi Persiku, Kendal Tornado FC Diperkuat Tambahan Dua Amunisi Eks Timnas Indonesia

Bola | Rabu, 01 April 2026 | 20:24 WIB

Kemensos Desain Ulang Pola Kerja untuk Efisiensi dan Produktivitas Digital

Kemensos Desain Ulang Pola Kerja untuk Efisiensi dan Produktivitas Digital

News | Rabu, 01 April 2026 | 20:21 WIB

Bekasi Darurat Mutilasi? Menelisik Pola Kejahatan Ekstrem di Balik Tragedi Serang Baru

Bekasi Darurat Mutilasi? Menelisik Pola Kejahatan Ekstrem di Balik Tragedi Serang Baru

News | Rabu, 01 April 2026 | 20:18 WIB

Tasya Farasya Ungkap Alasan Pakai Baju Kuning saat Sidang Cerai, Awalnya Siapkan Abu-Abu

Tasya Farasya Ungkap Alasan Pakai Baju Kuning saat Sidang Cerai, Awalnya Siapkan Abu-Abu

Lifestyle | Rabu, 01 April 2026 | 20:17 WIB

8 Rekomendasi Serial Netflix April 2026, Ada Spin-off Stranger Things

8 Rekomendasi Serial Netflix April 2026, Ada Spin-off Stranger Things

Entertainment | Rabu, 01 April 2026 | 20:15 WIB