Pihak dari keluarga AGH yakni kaka perempuannya bernama Ivana Yoan, angkat berbicara tentang kasus penganiayaan David yang melibatkan adik perempuannya itu.
Dalam sebuah video berdurasi 12 menit yang diunggah akun YouTube Najwa Shihab, Ivana Yoan mencoba untuk memberikan klarifikasi dan menyampaikan pandangan AGH terhadap kasus penganiayaan D oleh MDS yang tengah menimpa dirinya.
Menurut Ivana Yoan, kronologis peristiwa AGH dalam kasus penganiayaan David yang dilakukan Mario Dandy hingga kini belum mendapat perhatian dan momentum untuk berbicara.
Dia mengaku tidak ingin diekspos media, namun di tengah gempuran isu media yang hampir semua menyudutkan AGH, dia kemudian memberanikan diri untuk angkat bicara.
“Jadi sebenarnya MDS ini mengetahui tentang perilaku tak menyenangkan yang dilakukan D terhadap AGH, itu melalui saksi APA,” ungkap Ivana Yoan, Jumat (3/3/2023) dikutip dari YouTube Najwa Shihab.
"Jadi ini untuk mengklarifikasi bahwa sebenarnya bukan AGH yang memberi tahu MDS tentang perilaku tidak menyenangkan tersebut,” lanjutnya.
![Foto bersama Agnes dan Mario Dandy [Twitter]](https://media.suara.com/suara-partners/serang/thumbs/1200x675/2023/03/03/1-agnes-dan-mario-dandy.jpg)
Menurut Yoan, setelah MDS mengkonfirmasi perbuatan D yang tidak menyenangkan itu terhadap AGH, MDS kemudian selalu meminta agar dipertemukan dengan D kepada AGH.
Sedangkan perihal pengembalian kartu pelajar yang sebelumnya disebut-sebut itu hanyalah alibi atau alasan saja, Yoan menjelaskan bahwa pengembalian Kartu Pelajar David itu sudah direncanakan jauh hari sebelum dilakukannya penganiayaan.
Setelah itu, saat hari dimana D dan MDS bertemu, AGH menjelaskan bahwa dia sempat mengulur pertemuan mereka dengan cara pergi ke salon.
Baca Juga: Wapres Ma'ruf Ke Korban Kebakaran Depo Pertamina Plumpang: Semua Kebutuhan Ditanggung Pemerintah
“Selama AGH treatment, ternyata MDS memanggil temennya yang inisial S. Sebelum sampai di mall, ternyata MDS dan L sudah melakukan pembicaraan sendiri," ujar Yoan.
"Jadi, si S ini bilang ke MDS, 'Wah parah sih, kalau gue jadi elu, gue gak terima, pukulin aja, parah tuh!’ dan ini juga udah dikonfirmasi melalui berita acara pemeriksaan,” lanjutnya Yoan.
Dalam perjalanan ke rumah D, dikatakan bahwa mereka tidak berbicara di dalam mobil yang mereka kendarai.
AGH juga disebut telah mengingatkan pelaku MDS untuk berbicara secara baik baik. Setelah sampai di lokasi dan mereka bertemu, diketahui bahwa benar AGH telah mengembalikan kartu pelajar, dan kemudian AGH disuruh untuk pergi meninggalkan MDS dan D.
“AGH pun lalu mengambil minum di mobil, setelah ia balik ternyata D sudah dalam keadaan push up. MDS menyuruh D push up," ujarnya.
“Kemudian MDS menyuruh S untuk merekam aksi yang dilakukan oleh D dengan isyarat tubuh untuk merekam dengan handphone punya MDS,” jelasnya.
Dalam keterangannya di akhir video, S seperti menyerahkan ponsel MDS kepada AGH karena S ingin mendekati korban D saat itu.
Dikatakan juga bahwa AGH menerima telepon genggam milik MDS itu karena refleks dan shock setelah melihat apa yang terjadi di depan matanya.
"AGH sama sekali tidak menunjukkan ekspresi senang, dan malah sebaliknya, dia takut, makanya refleksnya mengalihkan pandangannya," kata kakak AGH Ivana Yoan.
“Terkait dengan isu selfie yang beredar, itu tidak benar. Inipun disaksikan langsung oleh ibu R yang saat itu juga melihat AGH menopang kepala D dan membisikan agar tenang dan mengatur nafas," ujarnya. (*)