Serang Suara - Lagi-lagi nama Bjorka muncul dan diduga telah menjual 34 juta data paspor warga negara Indonesia atau WNI dengan harga Rp 150 juta atau setara 10 ribu dolar.
Kendati demikian Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) belum dapat memastikan data apa, kapan, dari mana dan bagaimana terjadi kebocoran. Walau mereka sudah menyampaikan hal itu kepada Direktorat Jendral Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Ditjen Imigrasi Kemenkumham).
Informasi tentang data 34 juta paspor WNI bocor lalu dijual di web bawah tanah oleh Bjorka benar disampaikan Pengamat keamanan siber, Teguh Aprianto.
Laporan Teguh Aprianto langsung tanggapi Kemenkominfo. Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika), Semuel A Pangerapan mengatakan kalau mereka saat ini sedang melakukan investigasi, dan Tim Investigasi Pelindungan Data Pribadi sedang bergerak.
Berdasarkan hasil sampling memang terdapat kemiripan namun belum dapat dipastikan, beber Semuel A Pangerapan, Sabtu (8/7/2023).
Katanya lagi, data itu tayang sebelum perubahan peraturan paspor 10 tahun, karena masa berlakunya terlihat hanya 5 tahun.
"Kominfo akan melakukan klarifikasi kepada Ditjen Imigrasi Kemenkumham apakah itu benar atau tidak," ungkapnya.
Jadi belum ada kesimpulan terkait data yang dibocorkan Bjorka terhadap 34 paspor Warga Negara Indonesia yang dijual di situs bawah tanah dan beberapa web lainnya.
Soal harga data paspor warga negara Indonesia Rp 150 juta, terang Semuel. Nilai dari harga paspor itu sudah termasuk nama, nomor paspor, masa berlaku paspor, tanggal lahir, hingga jenis kelamin.
Baca Juga: Della Puspita Diduga Menikah dengan Suami Orang, Istri Sah Arman Wosi Muncul
Walau begitu, Kominfo belum dapat menyimpulkan apakah itu benar atau tidak. "Kami masih melakukan penyelidikan atau investigasi awal," ungkap Semuel A Pangerapan melalui siaran persnya. [*]
Kontributor: Putra Tanhar