serang

Seputar Serang: 5 Kejanggalan Tewasnya Bripda Ignatius Dwi Frisco Sirage

Serang Suara.Com
Minggu, 30 Juli 2023 | 18:30 WIB
Seputar Serang: 5 Kejanggalan Tewasnya Bripda Ignatius Dwi Frisco Sirage
Jenazah anggota Densus 88 Antiteror Polri, Bripda Ignatius Dwi Frisco Sirage alias Bripda Ignatius (IDF) (tangkapan layar)

Serang.suara.com - Beberapa kejanggalan dalam kasus tewasnya Bripda Ignatius Dwi Frisco Sirage, anggota Densus 88 Antiteror Mabes Polri yang ditembak seniornya.

Terdapat dugaan kejanggalan atas peristiwa polisi tembak polisi yang melibatkan korban, Bripda Ignatius Dwi Frisco Sirage alias (Bripda) Ignatius yang kini menjadi perhatian publik. Walau kasus ini sedang dalam proses pengusutan dan penyelidikan.

Kendati demikian, keluarga korban Bripda Ignatius menuntut keadilan agar kebenaran sejati dapat terungkap.

Berikut lima catatan beberapa kejanggalan dalam kasus polisi tembak anggota Densus 88 Antiteror Polri berdasar rangkuman Suara.com partner Serang.suara.com, Minggu (30/7/2023).

1. Unsur Dugaan Pembunuhan Berencana

Keluarga Bripda Ignatius Dwi Frisco Sirage menyatakan bahwa kematiannya mengandung unsur pembunuhan berencana. Mereka meragukan klaim Mabes Polri yang menyatakan bahwa penembakan terjadi karena kelalaian semata.

Hal ini dikaitkan dengan fakta bahwa sebelum terjadi penembakan, tersangka diduga menunjukkan senjata api yang kosong ke temannya dan memasukkannya kembali ke dalam tas berisi magasin.

Ketika Bripda Ignatius masuk ke dalam kamar, penembakan terjadi, yang menimbulkan kecurigaan bahwa ada niat terencana untuk membunuhnya.

2. Letusan Senjata Tidak Wajar

Ayah Bripda Ignatius, Y Pandi, menyoroti kejanggalan terkait letusan senjata yang mengenai leher hingga ke telinga kanan anaknya. Ia menyatakan bahwa letusan yang mengarah dari bawah ke atas adalah hal yang tidak wajar.

Menurutnya, peluru seharusnya tidak bisa menembus begitu jauh ke atas dari titik tembakan, sehingga hal ini menimbulkan keanehan yang patut dipertanyakan.

Baca Juga: Anti Pemadaman Bergilir, PLN Totalitas Pasok Listrik Buat Turnamen Piala Dunia Bola Basket

3. Keterlibatan 3 Senior dalam Cekcok (Pertikaian)

Sebelum insiden penembakan terjadi, Bripda Ignatius diduga terlibat dalam cekcok dengan tiga senior di Rusun Polri Cikeas, Bogor.

Para senior tersebut diduga berada dalam kondisi mabuk, dan salah satunya mengambil senjata api yang akhirnya meledak dan mengenai Bripda Ignatius.

Keluarga korban berpendapat bahwa kehadiran para senior dalam kondisi mabuk dan mengambil senjata api menunjukkan kelalaian mereka, yang berkontribusi pada kematian tragis sang bripda.

4. Komunikasi Terakhir dengan Keluarga dan Teman

Keluarga Bripda Ignatius mengungkapkan bahwa mereka sempat berkomunikasi dengan anaknya melalui video call pada malam sebelum penembakan terjadi.

Saat itu, tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan atau masalah serius yang terungkap.

Namun, pada pukul 01.00 WIB, Bripda Ignatius mengabarkan bahwa ia sedang berkomunikasi dengan temannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI