Polisi Tepis Kabar Motif Asmara di Balik Kasus Penganiayaan Siswa SMP di Cilacap

Serang | Suara.com

Kamis, 28 September 2023 | 22:52 WIB
Polisi Tepis Kabar Motif Asmara di Balik Kasus Penganiayaan Siswa SMP di Cilacap
Pelaku dan korban bullying siswa SMP di Cilacap (Instagram/@lambe_danu)

Serang.suara.com – Beberapa hari terakhir, viral video perundungan dan penganiayaan siswa SMP di Cilacap. Video berdurasi 4 menit 14 detik yang viral di media sosial tersebut memperlihatkan penganiayaan yang dilakukan oleh seorang siswa terhadap temannya dengan seragam yang sama.

Kini beredar kabar bahwa terdapat motif asmara di balik penganiayaan siswa SMP di Cimanggu, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, tersebut. Kabar itu tersebar di media sosial Instagram. Sebuah akun Instagram mengunggah tangkapan layar artikel yang berjudul “Terkuak! Motif Pelaku Perundungan Siswa SMP di Cilacap Diduga Gegara Asmara” dengan disertai potongan video kondisi korban dan keterangan polisi.

Menanggapi kabar motif asmara itu, Kasat Reskrim Polresta Cilacap Kompol Guntar Arif Setyoko menepisnya. Menurut dia, kabar itu tidaklah benar. Namun dia membenarkan potongan video kejadian penganiayaan tersebut.

"Enggak ada (motif asmara). Kalau yang viral, ya. Maksudnya yang viral enggak ada motif asmara," kata Guntar, Kamis malam, 28 September 2023.

Sebelumnya, polisi telah mengungkap motif di balik penganiayaan siswa SMP di Cilacap. Kapolresta Cilacap Kombes Fannky Ani Sugiharto menyatakan kejadian tersebut berawal dari pelaku MK yang tidak terima korban berinisial FF, 14 tahun, mengaku sebagai bagian dari kelompok Barisan Siswa (Basis).

"Motifnya, korban mengaku menjadi anggota kelompok Barisan Siswa (Basis). Padahal dia bukan sebagai anggota kelompok ini," ujar Fannky di Mapolresta Cilacap, Rabu, 27 September 2023.

Selain itu, menurut keterangan polisi, korban yang mengaku bagian dari kelompok Basis sempat menantang kelompok lain yang berada di luar sekolah.

"Dia sempat menantang-nantang keluar. Akhirnya, ketemulah sama ketuanya, sama kelompok Barisan Siswa yang viral di video itu. Indikasinya, pelaku itu merupakan ketuanya," tuturnya.

Polisi diketahui telah mengamankan dua pelaku dalam kasus bully siswa SMP di Cilacap. Pelaku berinisial MK, 15 tahun, dan WS, 14 tahun, saat ini telah diamankan polisi untuk dimintai keterangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Viral Kasus Penganiayaan Siswa SMP di Cilacap, Kapolresta Cilacap Mengaku Ditelepon Kapolri dan Panglima TNI

Viral Kasus Penganiayaan Siswa SMP di Cilacap, Kapolresta Cilacap Mengaku Ditelepon Kapolri dan Panglima TNI

| Rabu, 27 September 2023 | 20:45 WIB

Keterlaluan! Empat Siswa SMP di Jakarta Utara Disiram Air Keras oleh Orang Tak Dikenal

Keterlaluan! Empat Siswa SMP di Jakarta Utara Disiram Air Keras oleh Orang Tak Dikenal

| Kamis, 24 Agustus 2023 | 23:39 WIB

Sakit Hati, Siswa SMP Bunuh Temannya Gara-gara Ditagih Uang Kas

Sakit Hati, Siswa SMP Bunuh Temannya Gara-gara Ditagih Uang Kas

| Rabu, 14 Juni 2023 | 22:54 WIB

Terkini

Skandal 'Absen Bodong' Guncang Brebes! 3.000 ASN Terancam Sanksi Berat, Pangkat Bisa Diturunkan

Skandal 'Absen Bodong' Guncang Brebes! 3.000 ASN Terancam Sanksi Berat, Pangkat Bisa Diturunkan

Jawa Tengah | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:12 WIB

Makna di Balik Lagu Sederhana Sheila On 7: Validasi Cerita di Luar Sana Tentang Keseharian Personel

Makna di Balik Lagu Sederhana Sheila On 7: Validasi Cerita di Luar Sana Tentang Keseharian Personel

Entertainment | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:10 WIB

6 Jam Pelarian Menantu Sadis: Drama Penangkapan Pembunuh Mertua di Mojokerto

6 Jam Pelarian Menantu Sadis: Drama Penangkapan Pembunuh Mertua di Mojokerto

Jatim | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:09 WIB

Ngeri! Macet Jabodetabek Rugikan RI Rp 100 T, BUMN Ini Punya Solusinya

Ngeri! Macet Jabodetabek Rugikan RI Rp 100 T, BUMN Ini Punya Solusinya

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:08 WIB

Janice Tjen Tersingkir di Babak Pertama WTA 1000 Roma

Janice Tjen Tersingkir di Babak Pertama WTA 1000 Roma

Sport | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:07 WIB

Bangkit dari Cedera Parah, Pemain Parma Siap Bawa Jepang Bersinar di Piala Dunia 2026

Bangkit dari Cedera Parah, Pemain Parma Siap Bawa Jepang Bersinar di Piala Dunia 2026

Bola | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:03 WIB

Liburan Tak Biasa di Jakarta: Sensasi Makan di Atas Katamaran Sambil Menyusuri Sungai Tahang

Liburan Tak Biasa di Jakarta: Sensasi Makan di Atas Katamaran Sambil Menyusuri Sungai Tahang

Lifestyle | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:02 WIB

BI dan ASEAN+3 Siaga! Ancaman Krisis Ekonomi Global Kian Nyata

BI dan ASEAN+3 Siaga! Ancaman Krisis Ekonomi Global Kian Nyata

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:02 WIB

Ruijie Luncurkan Cybrey di RI Biar UKM Bisa Pakai Jaringan Kelas Kakap

Ruijie Luncurkan Cybrey di RI Biar UKM Bisa Pakai Jaringan Kelas Kakap

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:01 WIB

Umuh Muchtar Sebut Laga Persija vs Persib Bandung Lebih dari Final

Umuh Muchtar Sebut Laga Persija vs Persib Bandung Lebih dari Final

Bola | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:00 WIB