SuaraSoreang.id - Kejadian kelam yang terjadi pada tanggal 30 September 1965 menyisakan kisah misteri yang hingga kini masih belum ditemukan kebenarannya.
Seperti diketahui bahwa pelaku dari tewasnya 6 jenderal dan 1 perwira itu dikarenakan tindakan dari PKI (Partai Komunis Indonesia) yang bertujuan untuk menggulingkan kepemimpinan Soekarno. Tetapi apakah sejarah yang ditulis itu adalah sebuah kebenaran?
Mengutip dari akun Youtube Wong Curahjati pada Kamis (25/6/2020). Ia mengungkapkan adanya 9 teori yang membahas mengenai siapa dalang dari peristiwa berdarah itu. Beikut penjelasannya:
1. Teori Pertama: CIA dalang dari peristiwa G30S/PKI
Perang dingin antara Amerika dengan Uni Soviet membuat dunia terbagi menjadi dua kubu. Namun Indonesia memilih dan menjadi pelopor dari kubu non blok.
Pada masa itu, terdapat 30 juta masyarakat Indonesia yang berideologi komunis dan Soekarno sendiri mendukung partai komunis untuk lebih berkuasa di Indonesia.
Hal inilah yang membuat Amerika berang dan menganggap kalau Indonesia sudah tidak netral lagi. Melalui CIA, Amerika mengincar panglima yang saat itu dipegang oleh Soeharto untuk menghentikan hal tersebut dengan menggulingkan Soekarno.
2. Teori kedua: adanya kepentingan Inggris dan Amerika
Adanya anggapan bahwa tidak hanya Amerika, namun Inggris juga ingin menggulingkan rezim Soekarno. Hal ini dituangkan oleh Greg Poulgran di dalam bukunya berjudul “The Genesis of Konfrontasi Malaysia Brunei and Indonesia.
Baca Juga: MERINDING! 4 Museum Ini Saksi Sejarah Pembantaian dan Pembunuhan Keji di Indonesia
Hal ini sebabkan oleh sikap vokal Soekarno terhadap isu Neokolonialisme dan Neo-imperialisme yang nantinya akan menghambat Inggris untuk menguasai tambang emas dan minyak bumi.
Pada akhirnya teori ini menyebutkan jika Inggris dan Amerika bekerja sama untuk menggulingkan Soekarno pada 30 September 1965.
3. Teori ketiga: Gerakan 30 September hasil konspirasi untur - unsur nekolim
Soekarno menyebutkan dalam pidatonya bahwa gerakan 30 September dengan gerakan 1 Oktober atau Gestok.
Soekarno melihat dalang dari peritiwa itu tidak tunggal dan bagian dari rekayasa neokolonialisme dan neo-imperialisme atau nekolim.
Ia juga meyakini peristiwa tersebut didalangi olh 3 unsur yaitu Pimpinan PKI, kelihaian kekuatan - kekuatan Nekolim dan orang - orang yang tidak betanggung jawab. Hal ini dirujuk dengan keterlibatan orang asing dalam rencana untuk mengambil kekuasaannya.