Fenomena Crowd Behaviour dalam Tragedi Kanjuruhan, Pemicu Keberanian secara Kolektif

soreang

Rabu, 05 Oktober 2022 | 08:22 WIB
Fenomena Crowd Behaviour dalam Tragedi Kanjuruhan, Pemicu Keberanian secara Kolektif
Suporter Arema FC memasuki lapangan setelah tim yang didukungnya kalah dari Persebaya dalam pertandingan sepak bola BRI Liga 1 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022) (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/tom.)

SuaraSoreang.id-Tragedi Kanjuruhan menyisakan pilu bagi para pecinta sepak bola, bukan hanya dalam negri namun juga kesediah sepak bola dunia umumnya.

Tragedi Stadion Kanjuruhan tercatat dalam sejarah sepak bola dunia, menjadi tragedi kemanusian terbesar kedua setelah tragedi di Stadion Nasional (Estadio Nacional), Lima, Peru, saat laga Peru vs Argentina pada 1964 silam.

Korban jiwa dikejadian Peru sebanyak 326 orang, menjadi tragedi terbesar pertama yang ada didunia sepak bolak, disusul tragedi kanjuruhan dengan jumlah korban berkisar 125 orang meninggal dunia. 

Insinden dikedua tragedi ini, terjadi akibat kerusuhan di dalam stadion yang membuat penonton panik berlari di pintu keluar yang ternyata masih tertutup dan membuat banyak yang terinjak-injak.

Adanya kepanikan dikerumunan antar penonton itu diduga juga adanya fenomena crowd behaviour tragedi Kanjuruhan atau perilaku kerumunan yang membuat orang menjadi berani.

Fenomena crowd behaviour juga disebut-sebut terjadi dalam tragedi Kanjuruhan yang menyebabkan ratusan lebih suporter klub bola Arema FC menjadi korban pada Sabtu 1 Oktober 2022 lalu.

Subjek yang terkena perilaku kerumunan ini adalah para suporter atau penonton yang ada distadion, juga semua pihak atau tim keamanan yang terlibat di dalam Stadion.

Pakar sosiolog dari Universitas Padjajaran (Unpad), Hery Wibowo mengatakan bahwa salah satu pihak yang perlu diedukasi untuk menerima segala keadaan tim kesayangannya adalah suporter, 
Berikut penjelasan crowd behavior yang dikutip dari Suara pada 5 Oktober 2022.

Crowd behaviour adalah fenomena ketika sejumlah orang yang berkumpul dalam suatu kerumunan khusus akan berpotensi menghasilkan perilaku yang tidak akan terjadi pada situasi normal. 

Fenomena ini merupakan perilaku individu yang memicu perilaku kolektif. 

Biasanya subjek atau seseorang dalam menghasilkan crowd behavior akan memiliki keberanian semu yang mampu memicu keberanian kolektif lainnya. 

Bahkan seorang individu akan merasa sangat berani dan kuat (powerfull), merasa benar, dan tanpa ragu melakukan suatu tindakan.

Individu itu akan berani melakukan tindakan tersebut karena ia merasa didukung oleh kelompoknya untuk melakukan segala sesuatu.

Pemicu adanya Crowd Behaviour

Hery mengatakan, kekalahan tim Arema menjadi pemicu pendukungnya menghasilkan perilaku crowd behaviour. Hal tersebut dapat terjadi karena suporter telah menganggap tim sebagai identitas sosial ataupun konsep diri mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Selain Denda Rp250 Juta, Arema FC juga akan Terima Sanksi Ini dari PSSI Buntut Tragedi Kanjuruhan

Selain Denda Rp250 Juta, Arema FC juga akan Terima Sanksi Ini dari PSSI Buntut Tragedi Kanjuruhan

| Rabu, 05 Oktober 2022 | 06:27 WIB

Kesaksian Tragedi Pintu 13 Kanjuruhan, Diberondong Gas Air Mata Hingga Menjebol Tembok Stadion

Kesaksian Tragedi Pintu 13 Kanjuruhan, Diberondong Gas Air Mata Hingga Menjebol Tembok Stadion

| Selasa, 04 Oktober 2022 | 19:59 WIB

Tragedi Kanjuruhan: KontraS Tak Percaya Data Versi Pemerintah dan Siap Bentuk Tim Khusus Bersama Aremania

Tragedi Kanjuruhan: KontraS Tak Percaya Data Versi Pemerintah dan Siap Bentuk Tim Khusus Bersama Aremania

| Selasa, 04 Oktober 2022 | 10:05 WIB

Terkini

Manager Hiburan Malam di Tanjungpinang Jadi Tersangka Pengeroyokan Polisi

Manager Hiburan Malam di Tanjungpinang Jadi Tersangka Pengeroyokan Polisi

Batam | Minggu, 31 Mei 2026 | 19:06 WIB

Sebelum Umumkan Menikah dan Hamil, Adhisty Zara Sempat Mundur dari Sinetron karena Alasan Kesehatan

Sebelum Umumkan Menikah dan Hamil, Adhisty Zara Sempat Mundur dari Sinetron karena Alasan Kesehatan

Entertainment | Minggu, 31 Mei 2026 | 19:00 WIB

Biaya Kuliah Universitas Muhammadiyah Palembang 2026, Cek UKT Semua Jurusan dan Kedokteran

Biaya Kuliah Universitas Muhammadiyah Palembang 2026, Cek UKT Semua Jurusan dan Kedokteran

Sumsel | Minggu, 31 Mei 2026 | 18:58 WIB

Pembenahan Struktur Pengawasan BUMN Dapat Dukungan Pengamat, Efisiensi Jadi Fokus Utama

Pembenahan Struktur Pengawasan BUMN Dapat Dukungan Pengamat, Efisiensi Jadi Fokus Utama

Sumsel | Minggu, 31 Mei 2026 | 18:57 WIB

Penguatan Good Corporate Governance di BUMN Dinilai Mampu Tingkatkan Kinerja dan Akuntabilitas

Penguatan Good Corporate Governance di BUMN Dinilai Mampu Tingkatkan Kinerja dan Akuntabilitas

Sumbar | Minggu, 31 Mei 2026 | 18:55 WIB

Transformasi Tata Kelola BUMN Dinilai Positif dengan Perkuat GCG and Efisiensi

Transformasi Tata Kelola BUMN Dinilai Positif dengan Perkuat GCG and Efisiensi

Batam | Minggu, 31 Mei 2026 | 18:53 WIB

Dorong Efisiensi Korporasi, Tata Kelola BUMN Berbasis GCG Tuai Apresiasi

Dorong Efisiensi Korporasi, Tata Kelola BUMN Berbasis GCG Tuai Apresiasi

Jatim | Minggu, 31 Mei 2026 | 18:53 WIB

Terpopuler: Mobil Turbo 1000cc, Ekspor Toyota Lumpuh, Skutik Baru Honda & Yamaha

Terpopuler: Mobil Turbo 1000cc, Ekspor Toyota Lumpuh, Skutik Baru Honda & Yamaha

Otomotif | Minggu, 31 Mei 2026 | 18:52 WIB

4 Zodiak yang Bakal Hidup Bahagia dan Enak di Masa Tua, Anda Termasuk?

4 Zodiak yang Bakal Hidup Bahagia dan Enak di Masa Tua, Anda Termasuk?

Lifestyle | Minggu, 31 Mei 2026 | 18:50 WIB

Komitmen GCG dan Efisiensi BUMN Mendapat Dukungan dari Kalangan Pengamat

Komitmen GCG dan Efisiensi BUMN Mendapat Dukungan dari Kalangan Pengamat

Kaltim | Minggu, 31 Mei 2026 | 18:49 WIB