SuaraSoreang.id - Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan korban jiwa, menjadi salah satu atensi dari orang nomor satu di Indonesia, Presiden Joko Widodo.
Pada Rabu (5/10/2022) kemarin, Presiden Jokowi pun menyempatkan diri untuk bertolak ke Malang, untuk mengunjungi para korban dan juga stadion Kanjuruhan, tempat terjadinya tragedi mematikan itu.
Didampingi Ibu Iriana Joko Widodo, Jokowi menyoroti perihal pintu keluar stadion yang menurutnya terlalu kecil.
Namun, terkait penggunaan gas air mata yang menjadi salah satu penyebab utama terjadinya tragedi, malah tidak menjadi sorotan Jokowi.
Hal tersebut pun sontak mendapat komentar dari Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Santoso.
Menurut Susanto, Jokowi dinilai kurang bijaksana dalam melihat tragedi Kanjuruhan yang mengakibatkan ratusan korban meninggal serta luka-luka itu.
"Kurang bijaksana," ucap Santoso kepada wartawan, seperti dikutip dari Suara.com, Kamis (6/10/2022).
Padahal menurut Susanto, cara pihak kepolisian dalam melakukan penanganan massa, adalah hal yang lebih utama menjadi sorotan Jokowi dalam kasus Tragedi Kanjuruhan itu.
Salah satunya adalah penggunaan gas air mata, yang jelas-jelas sudah diatur dalam regulasi penanganan massa dari FIFA.
Baca Juga: Sudah Sering Alami KDRT, Lesti Kejora Muak Tahu Rizky Billar Selingkuh
"Jangan lagi bersifat represif, harus mengutamakan soft power. Jangan ada lagi gas air mata yang dibeli dari pajak yang rakyat bayarkan digunakan untuk membunuh rakyat," terang Santoso.
Pintu Terkunci dan Tangga Terlalu Tajam
![Presiden Jokowi saat melihat kondisi di Stadion Kanjuruhan, Malang. [Foto: Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden]. [Foto: Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden]](https://media.suara.com/suara-partners/soreang/thumbs/1200x675/2022/10/06/1-presiden-jokowi-di-stadion-kanjuruhan-jokowi-di-malang-jokowi-di-kanjuruhan.jpg)
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana Joko Widodo, datang ke Malang untuk mengunjungi para korban dan juga kondisi Stadion Kanjuruhan.
Dalam kesempatan itu, Jokowi mengatakan bahwa penyebab utama tragedi Kanjuruhan adalah kondisi stadion itu sendiri.
"Sebagai gambaran, tadi yang saya lihat problemnya ada di pintu yang terkunci, dan juga tangga yang terlalu tajam," kata Jokowi.
Berdasarkan hal itu, Jokowi menyebutkan bahwa perlu ada penetapan standar untuk stadion sepak bola.
"Itu saya hanya melihat lapangannya, tetapi itu akan disimpulkan tim gabungan pencari fakta," tutur Jokowi.