SuaraSoreang.id - Adalah Ade, seorang yang mengaku sebagai seorang LGBT yang pernah tinggal di pondok pesantren.
Melalui DM Instagram Rachel Goddard, dia menceritakan pengakuan terlarang terkait perilaku LGBTnya di pesantren.
Rachel Goddard pun membacakan kisah Ade dalam kanal Youtubenya. Dia mengaku sebagai LGBT sejak kecil.
Mulanya dia menceritakan bagaimana pengalamannya ketika kecil yang kerap dipanggil Dhea oleh ibunya.
"Nama gue Ade, tapi nyokap gue manggil gue Dhea," katanya.
Di awal curhatannya, Ade menyadari orientasi seksualnya yang terdapat dalam bagian LGBT sejak umurnya 2 tahun.
"Katanya sih dulu nyokap pengen punya anak cewek banget, tapi keluarnya gue bencong berarti," tulis Ade.
Dia juga menceritakan kisah didikan orangtuanya sejak kecil. Ade kerap diperlakukan seperti seorang perempuan.
Ade juga sejak umur 2 tahun sudah memilih pakaian yang ingin dikenakannya. Dia lebih menyukai rok dibanding celana.
"Dari umur dua tahun gue sukanya pake rok, kalo pake celana gue nangis kejer," katanya.
Dia juga menceritakan pengalamannya ketika menerima hadiah ulang tahun.
"Pas ultah dkasih mobil-mobilan gue banting-banting, emang udah ngondek dari orok eym," lanjutnya.
Orangtuanya pun menyadari perilaku Ade tidak seperti laki-laki maskulin pada umumnya. Ade cenderung feminim.
Namun, orangtua Ade tidak berharap Ade berperilaku feminim. Oleh karena itu, ibu dan ayah Ade menyekolahkannya ke pondok pesantren dengan harapan bersikap maskulin.
"Pas SMP gue menjadi-jadi, akhirnya bonyok masukin gue ke pesantren. Dipikirnya anaknya bakalan straight," kata Ade.