SuaraSoreang.id - Nama Tiko dan Ibu Eny menjadi perbincangan khalayak ramai hingga saat ini.
Kebaikan hati Tiko merawat Ibu Eny membuat banyak inspirasi banyak orang namun ada hal lain dibalik itu semua.
Sebuah pengakuan dari keluarga ayah Tiko yang telah pergi meninggalkan Ibu Eny dan anaknya.
Keluarga Ayah Tiko mengatakan kalau Ibu Eny mendapatkan karma dengan apa yang telah diterimanya sejak dahulu.
"Saya sih memang saksi hidup, saya ada di situ, dan saya berhadapan langsung sama si Bu Eny ini. Jadi saya bukan ngarang bukan apa. Karena memang saya di kondisi itu. Saya ingat waktu ke rumah itu posisi saya masih SMA kayaknya tahun 2006 saya itu mau dibekali jajan sama eyang (Herman),” kata Ika dikutip dari YouTube Pratiwi Noviyanthy pada Kamis (12/1/23)
Ucapan keluarga Ayah Tiko inil lebih menjurus kepada perihal keuangan yang pernah ia rasakan kesedihannya di masa lalu.
“Eyang saya itu ambilin duit, buat saya dan adik-adik saya jajan. Itu uang langsung ditarik sama ibu Eny tidak boleh ngasih ke cucu-cucunya. Kalau dipikir kami ini cucu kandungnya masih darah dagingnya," sambungnya.
"Jangan lagi cerita seolah-olah anak terlantar. Karena memang itu keinginan ibunya sendiri yang menolak dibantu, tidak memperbolehkan siapapun untuk datang, merasa bisa mengurus anaknya sampai besar," jelasnya.
"Keadaan dia sekarang ini mungkin karma dari perbuatannya dulu. Menurut saya begitu sih," pungkasnya.
Pada saat itu, Tiko yang mendengar pembicaraan keluarga ayahnya itu lebih memilih meminta maaf dari melawan hingga menimbulkan pertikaian.
"Terkait yang terjadi, saya tahu bahwa yang saya lakukan agak lancang dan menyakiti perasaan pihak almarhum keluarga papa saya," kata Tiko, melalui kanal YouTube Pratiwi Noviyanthi.
"Aku selaku anak dari Herman Moedji Susanto, tolong amat sangat saya dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya karena yang saya lakukan salah," sambungnya.
"Kalau keluarga almarhum papa saya merasa dijelekkan itu bukan niatku karena aku tidak tahu apa-apa. Aku menceritakan ini berdasarkan apa yang aku alami selama ini," imbuhnya.
"Mulai saat ini aku ingin fokus merawat ibu aja dan mengurus rumah. Jadi mungkin aku akan berhati-hati memilih kata-kata ke depannya. Sekali lagi aku minta maaf dan terima kasih kalau emang dimaafkan," pungkasnya.