SuaraSoreang.id – Kasus pembunuhan berencana Ferdy Sambo terhadap Nofiansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, sudah memasuki ke tahap akhir persidangan, setelah keluarnya vonis hukuman mati kepada terdakwa Ferdy Sambo pada Senin (13/2/2023).
Kabar tentang kasus pembunuhan berencana Ferdy Sambo itu terus menjadi kabar yang hangat dan selalu diberitakan, tetapi apa betul media ikut berperan mengawal kasus itu?
Karni Ilyas yang kerap disapa Bang Karni, seorang jurnalis senior ikut berpendapat terhadap bagaimana peran media dalam mengawal kasus Ferdy Sambo itu.
Pendapatnya ia utarakan pada acara talkshow yang bertema “Menuju Tahun Pemilu Dengan Semangat Indonesia Baru” yang diselenggarakan oleh TVOne pada Selasa (13/2/2023).
Menurut Bang Karni, kasus pembunuhan Ferdy Sambo adalah kasus yang menarik, dan mungkin baru pertama kali terjadi di Indonesia.
“Ya, kalau dari kacamata pers, ini peristiwa memang sangat menarik. Dramatis, ada tokohnya, mungkin juga pertama kali terjadi, seorang jenderal membunuh ajudannya, dan ini memenuhi syarat-syarat kelayakan berita,” Ujar Bang Karni dalam acara tersebut.
“Untuk kasus ini, semuanya itu (syarat kelayakan berita) terpenuhi, sehingga jadi menarik sekali bagi wartawan dan bagi publik, yang menarik bagi publik itu menarik bagi wartawan,” lanjut Bang Karni.
Lalu sosok jurnalis senior itu mengkhawatirkan dampak yang terjadi setelah dijatuhkannya vonis hukuman mati terhadap Ferdy Sambo.
“Tapi saya ada kekhawatiran sebenarnya. Hakim berhasil melepaskan diri mungkin dari tekanan politik kek, atau power kek. Tapi apakah hakim tidak tertekan oleh opini publik, lah kalau tertekan oleh opini publik, ini juga kurang bagus untuk sebuah keputusan,” ujar Bang Karni.
Baca Juga: Mengenal Situasionship, Statusnya Teman Tapi Rasanya Pacar
Diakhir pendapatnya Bang Karni menilai bahwa harapan publik terkait hukuman yang maksimal terhadap Ferdy Sambo itu ada peran media dalam membentuk opini publik.
“Tapi apapun juga, saya kira publik juga karena memang ada pengaruh wartawan tadi sebenarnya, publik juga mengharapkan hukuman yang maksimal, gara-gara opini yang sudah terbentuk dari media massa, saya kira begitu,” pungkas Bang Karni pada kesempatan itu. (*JakaNoerFajar)
Sumber: Youtube/TV One News