SUARA SOREANG – Di hari-hari terakhir bulan Ramadhan disebutkan ada keistimewaan yang disiapkan dan dijanjikan oleh Allah SWT.
Ustadz Adi Hidayat jelaskan bahwa dalam Al-Qur’an dan Hadits terdapat gambaran bahwa semua hari di bulan Ramadhan itu istimewa. Namun, apa yang membuat 10 terakhir ini terasa begitu spesial?
Ustadz Adi Hidayat mengungkapkan bahwa keistimewaan 10 hari terakhir bisa menjadi penanda kekuatan iman sekaligus penanda penerimaan puasa atau keberhasilan puasa yang telah dilalui selama 20 hari belakang.
Lalu, bagaimana cirinya bahwa puasa bisa berhasil dan dapat penerimaan di sisi Allah?
Tidak diketahui secara pasti dari sekian amal yang telah dikumpulkan, dari sekian shalat yang kita tunaikan, dan setiap ayat Al-Qur’an yang telah dibaca, mana yang Allah SWT terima. Bahkan Rasulullah SAW tetap bermohon kepada Allah agar amal ibadahnya diterima.
“Bahkan sampai Nabi pun setiap selesai shalat disebutkan dalam riwayat hadits Ibnu Majah, Nabi bermohon kepada Allah supaya amalnya diterima,” ucap Ustadz Adi.
Namun, keistimewaan 10 hari terakhir ditandai oleh para ulama, merujuk pada keterangan Qur’an dan Hadits Nabi bahwa dengan menunjukkan kesungguhan atau keseriusan juga menunjukkan kekuatan iman dalam beramal itu menjadi sebuah indikator dan ukuran diterimanya amal seseorang sebelumnya.
Makin banyak seseorang meningkatkan amal solehnya, maka ia menunjukkan kadar iman yang kuat di hadapan Allah SWT, makin besar pula kemungkinan Allah menerima amal kita.
“Cara berpikirnya kita meminta kepada Allah SWT agar diberikan keberhasilan, diberikan kekuatan iman dan diterima ibadah puasa sebelumnya,” jelas Ustadz Adi.(*)
Baca Juga: Holding Perkebunan Nusantara Berangkatkan 400 Pemudik ke Sejumlah Daerah
Sumber: YouTube/Audio Dakwah