SUARA SOREANG – Menurut Ustadz Adi Hidayat ziarah bukan hanya mengunjungi orang yang wafat saja, ziarah juga bisa diartikan mengunjungi orang yang masih hidup.
Dijelaskan oleh Ustadz Adi Hidayat, bahwa Nabi Muhammad SAW pernah melarang ziarah kubur untuk sementara waktu karena adanya tradisi di zaman jahiliyah, jika ada yang meninggal orang-orang meratapi dan meminta hal-hal kepada mayyit tersebut.
“Diratap ada yang sampai mukul-mukul rambut, ada yang sampai mukul-mukul bahkan saking populernya ada jasa penyewaan orang nangis, ada itu di zaman jahiliyah saat iman masih lemah,” ucap Ustadz Adi Hidayat.
Ustadz Adi jelaskan bahwa Nabi SAW bukan melarang ziarahnya, melainkan melarang kebiasaan-kebiasan yang bisa mengurangi keimanan.
Lalu, apa amalan yang sebaiknya dilakukan saat berziarah kubur?
Ustadz Adi Hidayat jelaskan pertama-tama dianjurkan untuk menyampaiakan salam terlebih dahulu. Lalu setelah itu mendoakan si mayyit dan keluarga yang ditinggalkan agar diberi kekuatan.
“Doakan mereka ya Allah hadirkan pahala dan kemuliaan kepada mereka, muliakan keluarganya beri keluarganya kekuatan,” lanjutnya.
Cara terbaik meningkatkan iman menurut Nabi SAW adalah salah satunya dengan berziarah dan mengingat kematian. Saat berziarah, ingat kepada Allah dan meminta agar diwafatkan dalam keadaan terbaik.
Ustadz Adi tegaskan hukumnya boleh berziarah kubur, yang dilarang yaitu ketika kita meminta-minta sesuatu pada hal yang tidak dibenarkan.(*)
Sumber: YouTube/Audio Dakwah