Lifter Cina Absen di Asian Games 2018, Sri: Enggak Seru

Rizki Nurmansyah Suara.Com
Senin, 26 Februari 2018 | 10:10 WIB
Lifter Cina Absen di Asian Games 2018, Sri: Enggak Seru
Lifter putri Indonesia, Sri Wahyuni Agustiani di tempat latihan. (suara.com/Pebriansyah Ariefana)

Suara.com - Lifter putri Indonesia, Sri Wahyuni Agustiani, angkat bicara terkait absennya atlet-atlet angkat besi Cina pada multievent Asian Games 2018 Jakarta-Palembang, Agustus mendatang.

Atlet andalan Indonesia untuk meraih medali pada Asian Games 2018 ini merasa ada yang kurang dengan tidak hadirnya Cina.

Terlebih, Negeri Tirai Bambu sudah sejak lama dikenal sangat kuat di cabang olahraga adu kekuatan ini.

"Di Olimpiade Rio de Janeiro 2016 kemarin juga saya tidak bersaing dengan Cina. Tapi saya merasa, jika enggak ada Cina tidak akan seru dan enggak greget. Karena Cina menjadi negara dominan di angkat besi," ujar Sri ditemui pekan lalu di kamp pelatnas angkat besi Markas Komando Pasukan Marinir II di Jakarta Pusat.

"Kalau Cina ikut bertanding, justru saya makin senang karena jadi ada lawan," tambahnya.

Kendati para lifter dari Cina tidak akan turun, namun hal itu tidak membuat Sri berleha-leha. Dia tetap berlatih keras untuk mewujudkan ambisinya meraih medali emas Asian Games 2018.

"Insya Allah, doakan saja lah (dapat emas). Saya sih optimis," ujar peraih perak Olimpiade 2016 Rio de Janeiro kelas 48 kg.

Cina menjadi satu dari sembilan negara yang dihukum satu tahun tidak boleh bertanding oleh Federasi Angkat Besi Internasional (IWF) lantaran ada tiga atletnya yang positif doping.

Hal ini diketahui IWF setelah pihaknya menganalisis ulang hasil sampel urine para atlet pada Olimpiade 2008 dan 2012.

Baca Juga: Sri Wahyuni: Pensiun Setelah Target Emas di Olimpiade 2020 Tokyo

Selain Cina, negara lain yang juga terkena hukuman serupa, antara lain Kazakhstan, Rusia, Armenia, Azerbaijan, Belarusia, Moldova, Ukraina, dan Turki. Sanksi tersebut efektif berlaku mulai Oktober 2017.

Sebelumnya, Manajer Tim Angkat Besi Indonesia, Dirdja Wihardja, mengakui absennya Cina dan Kazakhstan di Asian Games 2018 sedikit mengungtungkan bagi para lifter Merah Putih.

"Kita sedikit diuntungkan karena Cina dan Kazakhstan tidak ikut di Asian Games 2018. Mereka dihukum satu tahun tidak boleh mengikuti turnamen angkat besi," kata Dirdja, saat ditemui Suara.com beberapa waktu lalu.

Dirdja menjelaskan, berdasarkan aturan dari IWF, bila ada tiga atlet yang positif doping, maka yang dihukum negaranya.

"Kalau cuma dua orang yang positif doping, yang dihukum atletnya. Sekarang IWF memang tengah gencar-gencarnya memberantas masalah doping di cabang olahraganya. Ini mengingat mereka mendapat sorotan tajam dari Komite Olimpiade Internasional (IOC)," tambahnya. [Pebriansyah Ariefana]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI