- Pembalap muda Indonesia, Muhammad Kiandra Ramadhipa, mulai melatih kemampuan komunikasi publik sejak dini demi menunjang karier profesionalnya di Eropa.
- Ramadhipa berhasil menunjukkan peningkatan keterampilan berkomunikasi secara tenang dan percaya diri saat sesi wawancara internasional di Sirkuit Jerez, Spanyol.
- Pengembangan diri di luar lintasan balap dianggap krusial bagi Ramadhipa untuk membangun citra diri serta berinteraksi bersama tim dan sponsor.
Suara.com - Pembalap muda Indonesia Muhammad Kiandra Ramadhipa tak hanya fokus meningkatkan performa di lintasan, tetapi juga mengembangkan kemampuan komunikasi publik sebagai bekal menuju level profesional.
Ramadhipa mengungkapkan bahwa keterampilan berbicara di depan umum menjadi aspek penting yang mulai ia latih sejak dini, seiring perjalanan kariernya di ajang internasional.
“Kalau soal apa yang saya lakukan di sini (Eropa), tentunya saya juga harus lebih bagus untuk orang-orang melihat saya. Tentunya saya harus memperbaiki citra atau image seperti itu,” kata Ramadhipa dalam sesi wawancara daring bersama media termasuk ANTARA, Selasa.
Pembalap asal Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta itu menilai kemampuan komunikasi berperan besar dalam membangun rasa percaya diri, menjalin hubungan dengan publik, hingga menunjang perjalanan kariernya ke depan.
“Dan itu harus mulai dari sekarang karena sangat penting untuk diri saya dan juga orang lain yang melihat saya saat berbicara seperti itu. Jadi saya coba improve public speaking saya juga,” ujarnya.
Peningkatan kemampuan komunikasi Ramadhipa terlihat saat sesi wawancara usai meraih kemenangan pada Race 2 Red Bull Rookies Cup di Sirkuit Jerez, Spanyol. Ia mampu menjawab pertanyaan dengan tenang, runtut, serta menggunakan pilihan kata yang jelas.
Pembalap binaan Astra Honda Motor itu juga tampil percaya diri saat menggunakan bahasa Inggris dalam wawancara internasional, sebuah kemampuan yang krusial bagi pembalap yang berkiprah di Eropa.
Di tengah padatnya jadwal latihan fisik, teknis, dan balapan, Ramadhipa menegaskan bahwa pengembangan diri di luar lintasan tetap harus berjalan beriringan.
Ia sebelumnya menyebut rutinitasnya meliputi latihan kekuatan, kardio, latihan berkendara, serta menjaga pola makan dan istirahat. Namun, menurutnya, kemampuan komunikasi dan cara membawa diri di depan publik juga memiliki peran yang tak kalah penting.
Dalam dunia balap modern, seorang pembalap tidak hanya dituntut cepat di lintasan, tetapi juga mampu berinteraksi dengan tim, media, sponsor, serta penggemar. Hal ini menjadi bagian dari persiapan Ramadhipa yang kini terus menapaki jenjang menuju level kompetisi yang lebih tinggi di Eropa.
(Antara)