Belajar Keseimbangan Hidup dari Peraih Emas Karisma Evi Tiarani

Reky Kalumata, Arief Apriadi

Rabu, 10 Oktober 2018 | 12:33 WIB
Belajar Keseimbangan Hidup dari Peraih Emas Karisma Evi Tiarani
Sprinter difabel putri Indonesia, Karisma Evi Tiarani sukses meraih medali emas di nomor 100 meter putri klasifikasi T42/T63 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Rabu (10/10/2018). (Suara.com/Arief Apriadi)

Suara.com - "Kendala itu ada di keseimbangan. Karena kaki saya yang satu lebih lemah, otomatis harus menyesuaikan," kalimat itu terlontar dari mulut Karisma Evi Tiarani, atlet difabel peraih medali emas nomor 100 meter putri klasifikasi T42/T63 (keterbatasan fisik) di Asian Para Games 2018, Rabu (10/10/2018).

Berlaga di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Karisma Evi mampu melesat cepat mengoyak lapisan-lapisan rintangan hingga mencatatkan waktu terbaik 14,98 detik, mengalahkan sprinter Jepang, Kaede Maegawa.

Karisma merupakan atlet para atletik putri Indonesia yang selain turun di nomor sprint, juga berkesempatan unjuk gigi di nomor lompat jauh Asian Para Games 2018. Meski masih belia yakni berusia 17 tahun, tak disangka pola pikirnya begitu terbuka.

Terlahir membawa keterbatasan fisik, dengan kaki kiri tumbuh lebih pendek dan lemah, Karisma Evi tak pernah merasa rendah diri. Teman dan keluarga dinilainya menjadi sumber dukungan.

Sprinter Indonesia Karisma Evi Tiarani mengibarkan bendera merah putih usai finis terdepan dalam nomor 100 meter putri T42 dan T63 Asian Para Games 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (10/10). [ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay]
Sprinter Indonesia Karisma Evi Tiarani mengibarkan bendera merah putih usai finis terdepan dalam nomor 100 meter putri T42 dan T63 Asian Para Games 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (10/10). [ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay]

Mencintai olahraga sejak kecil, khususnya bulutangkis, perempuan asal Boyolali, Jawa Tengah ini akhirnya memilih atletik sebagai jalan hidup.

Evi dipertemukan olahraga difabel saat duduk di kelas 2 SMP. Sejak saat itu prestasinya melesat hingga menjadi wakil Indonesia di pesta olahraga difabel terbesar Asia.

"Saya sekolah di sekolah normal. Awalnya mba Tari (atlet anggar difabel Indonesia) mengajak saya ke atletik, dan dilatih mulai dari nol," ujar Karisma Evi Tiarani di Mixed Zone Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Rabu (10/10/2018).

Namun, perjalanannya menuju kesuksesan tidaklah mudah. Karisma sadar, sebagai penyandang disabilitas memilih olahraga sebagai jalan hidup merupakan sebuah tantangan besar.

Karisma mengakui sempat kesulitan saat memutuskan terjun sebagai atlet lari dan lompat jauh. Seperti pernyataan perempuan kelahiran 2001 sebelumnya, keseimbangan menjadi musuh sekaligus teman sepermainan.

"Pertamanya memang tidak tahu gimana teknik lari, jadi untuk mengurangi rasa sakit itu disesuaikan. Misal kaki kanan yang lebih kuat gimana angkatnya dan yang kiri tinggal menyesuaikan," ujar Karisma Evi.

Ketika faktor keseimbangan sudah bisa ditaklukan, maka yang tersisa untuk Karisma Evi hanyalah perjuangan. Perjuangan untuk tampil lebih cepat, lebih kuat dan lebih tangguh.

"Setelah terus berlatih, saya mulai ikut peparda (Pekan Paralimpiade Daerah), kemudian ikut Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP). Setelah itu ikut lomba-lomba lagi termasuk Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) dan dari situ dipanggilan utuk pelatnas ASEAN Para Games 2017. Kini Asian Para Games 2018," kata Karisma Evi Tiarani.

Sprinter Indonesia Karisma Evi Tiarani (kanan) dipeluk keluarganya usai finis terdepan dalam nomor 100 meter putri T42 dan T63 Asian Para Games 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (10/10). [ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay]
Sprinter Indonesia Karisma Evi Tiarani (kanan) dipeluk keluarganya usai finis terdepan dalam nomor 100 meter putri T42 dan T63 Asian Para Games 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (10/10). [ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay]

Seperti halnya olahraga, kehidupan juga membutuhkan keseimbangan dan tanggung jawab. Hebatnya, Karisma Evi Tiarani sangat memahami hal tersebut.

Sadar Ayah dan Ibundanya tak lagi muda, Karisma Evi tak segan menanggung beban berat sebagai tulang punggung keluarga. Segala jerih payah selama ini, diakui Karisma semata-mata untuk kepentingan orang-orang tercinta.

"Ayah saya karena faktor usia (sudah tak bekerja). Ibu saya cuma ibu rumah tangga, jadi untuk sementara saya yang bantu-bantu," ujar sprinter berhijab tersebut.

Raihan medali emas Asian Para Games 2018 dikatakan Karisma Evi Tiarani sebagai capaian terbaiknya saat ini. Bukan hanya soal prestasi, hasil ini membuatnya sukses membuktikan bahwa keterbatasan bukan sebuah halangan mencapai tujuan besar.

"Kaki kanan dan kiri saya memang beda, yang kiri lebih lemah. Tapi walaupun memiliki keterbatasan, saya bisa membanggakan orang tua saya dan juga Indonesia," tukasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Raja Sapta Oktohari: Presiden Jokowi Layak Diangkat Jadi Bapak Olahraga Indonesia

Raja Sapta Oktohari: Presiden Jokowi Layak Diangkat Jadi Bapak Olahraga Indonesia

Sport | Jum'at, 12 Agustus 2022 | 19:13 WIB

Terkini

Erick Thohir Lantik Sesmenpora dan Deputi Baru, Targetkan Industri Olahraga Indonesia Naik Kelas

Erick Thohir Lantik Sesmenpora dan Deputi Baru, Targetkan Industri Olahraga Indonesia Naik Kelas

Sport | Sabtu, 11 Juli 2026 | 01:50 WIB

Jadwal World Climbing Series Chamonix 2026: Veddriq Leonardo Cs Siap Beraksi!

Jadwal World Climbing Series Chamonix 2026: Veddriq Leonardo Cs Siap Beraksi!

Sport | Jum'at, 10 Juli 2026 | 19:10 WIB

Adopsi Format Esports, Sponsor MotoGP dan LaLiga Gelar Liga Futures UEX

Adopsi Format Esports, Sponsor MotoGP dan LaLiga Gelar Liga Futures UEX

Sport | Jum'at, 10 Juli 2026 | 19:05 WIB

Menanti Duel Dua Generasi di Wimbledon 2026, Sanggupkah Novak Djokovic Redam Jannik Sinner?

Menanti Duel Dua Generasi di Wimbledon 2026, Sanggupkah Novak Djokovic Redam Jannik Sinner?

Sport | Jum'at, 10 Juli 2026 | 17:16 WIB

Diikuti Atlet dari 31 Negara, Jakarta Resmi Gelar Turnamen Padel Internasional FIP 2026

Diikuti Atlet dari 31 Negara, Jakarta Resmi Gelar Turnamen Padel Internasional FIP 2026

Sport | Kamis, 09 Juli 2026 | 12:43 WIB

Owi-Butet Turun Gunung! Audisi Umum PB Djarum 2026 Resmi Dimulai di Pekanbaru

Owi-Butet Turun Gunung! Audisi Umum PB Djarum 2026 Resmi Dimulai di Pekanbaru

Sport | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:32 WIB

Tragedi Aspal 60 Derajat di Sirkuit Jerez: Aksi Berani Ramadhipa Bikin Jantungan di Moto3 Spanyol

Tragedi Aspal 60 Derajat di Sirkuit Jerez: Aksi Berani Ramadhipa Bikin Jantungan di Moto3 Spanyol

Sport | Selasa, 07 Juli 2026 | 19:43 WIB

Sabet Emas di World Climbing Series, Desak Made: Kami Tak Didukung Pemerintah

Sabet Emas di World Climbing Series, Desak Made: Kami Tak Didukung Pemerintah

Sport | Senin, 06 Juli 2026 | 22:11 WIB

Jakarta Tuan Rumah FIP Bronze 2026, Lebih dari 200 Atlet Padel Dunia Siap Bertarung

Jakarta Tuan Rumah FIP Bronze 2026, Lebih dari 200 Atlet Padel Dunia Siap Bertarung

Sport | Senin, 06 Juli 2026 | 15:26 WIB

Ungukan Car Free Day, Avrist Purple Move 2026 'Pecah' di Sudirman

Ungukan Car Free Day, Avrist Purple Move 2026 'Pecah' di Sudirman

Sport | Senin, 06 Juli 2026 | 14:41 WIB

×