Juara Dunia di Kelas Baru, Eko Yuli Mengaku Beruntung

Rizki Nurmansyah | Arief Apriadi
Juara Dunia di Kelas Baru, Eko Yuli Mengaku Beruntung
Lifter andalan Indonesia, Eko Yuli Irawan, menjadi juara dunia di kelas 61 kg pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2018 saat ditemui di kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Kamis (8/11). [Dok. Kemenpora]

Selain untuk pertama kalinya meraih gelar juara dunia, Eko Yuli juga sukses memecahkan rekor dunia.

Suara.com - Lifter andalan Indonesia, Eko Yuli Irawan mengaku beruntung meraih medali emas di Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2018 di Ashgabat, Turkmenistan, Sabtu (3/11/2018). Eko menyebut pindah nomor menjadi keuntungan tersendiri.

Sebelum turun kejuaraan dunia, Eko Yuli turun di kelas 62 kg. Medali emas Asian Games yang diraihnya pun berasal di nomor tersebut.

Namun, keputusan Federasi Angkat Besi Dunia (IWF) meniadakan kelas 62 kg, membuat Eko Yuli mau tak mau harus pindah kelas.

Turun ke 61 atau naik 67 kg sebagai dua opsi yang paling memungkinkan.

Eko Yuli sendiri akhirnya memutuskan turun ke kelas 61 kg, dan keputusannya itu berbuah manis.

Selain untuk pertama kalinya meraih gelar juara dunia, lifter asal Lampung itu juga sukses memecahkan rekor dunia.

Lifter Indonesia, Eko Yuli Irawan melakukan angkatan snatch dalam pertandingan angkat besi kelas 62 kg putra Asian Games 2018 di Hall A JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Selasa (21/8). [Suara.com/Dendi Afriyan]
Lifter Indonesia, Eko Yuli Irawan melakukan angkatan snatch dalam pertandingan angkat besi kelas 62 kg putra Asian Games 2018 di Hall A JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Selasa (21/8). [Suara.com/Dendi Afriyan]

Eko memecahkan rekor dunia clean & jerk dengan angkatan 173 kg. Dan dua kali memecahkan rekor total angkatan, yaitu 313 kg dan 317 kg dalam percobaan terakhir.

"Yang pasti kita beruntung ada perubahan nomor juga, dari 62 kg jadi 61 kg. Jadi kebanyakan lawan-lawan saya dulu, memutuskan naik kelas (ke 67 kg)," ujar Eko Yuli saat ditemui di gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta, Kamis (8/11/2018).

Para pesaing yang dimaksud Eko Yuli adalah Oscar Figuerora asal Kolombia yang meraih medali emas Olimpade 2016 Rio de Janeiro, dan lifter peraih perunggu Farkhad Kharki (Kazakhstan).

"Memang cuma ada sedikit yang turun di kelas 61 kg. Jadi lawannya masih baru-baru lagi. Dengan kondisi ini, yang pasti saat ini fokus saya adalah mempertahankan kuota dulu agar bisa lolos (kualifikasi Olimpade 2020 Tokyo)," ujar Eko Yuli.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima Menpora Imam Nahrawi (tengah) dan lifter Eko Yuli Irawan (kiri) di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (8/11/2018). [Antara/Wahyu Putro A]
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima Menpora Imam Nahrawi (tengah) dan lifter Eko Yuli Irawan (kiri) di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (8/11/2018). [Antara/Wahyu Putro A]

Meski mengakui saat ini dirinya berada di atas lifter-lifter kelas 61 kg lainnya, peraih medali perak Olimpiade 2016 itu tetap waspada dengan persaingan di masa mendatang.

Pasalnya, masih ada waktu dua tahun menjelang Olimpiade 2020 Tokyo.

"Dengan hasil yang kemarin memamg kita lebih di atas, cuma kedepan mereka pasti bakal lebih mempersiapkan diri lagi. Bahkan di Olimpade akan lebih berat lagi persaingannya. Jadi kita juga harus bisa lebih berkembang lagi," pungkas Eko Yuli.

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS