Kalah, Fuzhou China Open Jadi Akhir Kebersamaan Owi / Butet?

Rizki Nurmansyah | Arief Apriadi
Kalah, Fuzhou China Open Jadi Akhir Kebersamaan Owi / Butet?
Pasangan ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, melaju ke final Singapore Open 2018 usai menaklukkan juniornya, Akbar Bintang Cahyono/Winny Oktavina Kandow, di babak semifinal, Sabtu (21/7). [Humas PBSI]

Owi/Butet disingkirkan pasangan tuan rumah He/Du di perempat final Fuzhou China Open, dengan skor 21-18 dan 21-19.

Suara.com - Pasangan ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir tak mampu melaju ke semifinal Fuzhou China Open 2018. Langkah mereka dihentikan wakil tuan rumah, He Jiting/Du Yue, dengan skor 21-18 dan 21-19, Jumat (9/11/2018).

Status Liliyana yang akan segera pensiun awal tahun depan, membuat banyak pihak bertanya-tanya apakah babak perempat final Fuzhou China Open 2018 akan menjadi kali terakhir publik menyaksikan Owi/Butet—sapaan akrab Tontowi/Liliyana—berlaga di ajang internasional.

Sebelumnya, Butet sempat mengindikasikan masih ingin mencicipi minimal satu kali lagi turnamen internasional sebelum benar-benar pensiun di awal tahun 2019. Namun hal itu masih menjadi perbincangan hingga saat ini.

"Mau ngobrol lebih lanjut tentang ini, memang ada omongan dengan pelatih soal main di Indonesia Masters. Keinginan sih ada, sebagai penutup karier saya di depan publik sendiri," kata Butet dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com, beberapa waktu lalu.

Jika memang mendapat kesempatan bermain di Indonesia Masters 2019, duet peraih medali emas Olimpade 2016 Rio de Janeiro ini pun belum tentu bisa terwujud.

Pasalnya, selepas berpasangan dengan Butet, Owi telah diproyeksikan untuk berpartner dengan Della Destiara Haris. Kedua pemain akan menjalani debut di Hong Kong Open 2018.

"Main dengan partner siapa di Indonesia Masters juga belum tahu, bisa dengan Owi, bisa dengan yang lain. Saya belum bisa konfirmasi," kata Butet yang kontraknya akan habis pada Februari 2019.

Lebih lanjut, membahas kekalahannya dengan He Jiting/Du Yue, Butet menyebut permainannya dan Owi tidaklah seburuk skor pertandingan yang terlihat. Namun dirinya mengakui memang banyak membuang poin.

"Kalau saya rasa, permainan kami sudah cukup baik, saya mainnya enak, tapi buang poinnya terlalu banyak," ujar pebulutangkis 33 tahun tersebut.

Butet, menilai pasangan muda Cina memang sudah lebih berkembang dari terakhir kali mereka bertemu di Badminton Asia Championship 2018.

Saat itu, Owi/Butet menang dengan skor 21-11, 9-21 dan 21-10.

"Saya rasa kemajuan mereka di servis, mereka servis flick terus enggak pernah dinyatakan fault, saya servis pendek saja di-fault. Saya tidak mengerti penilaiannya seperti apa. Pasti ini mengganggu kami tadi, mereka banyak dapat poin dari servis seperti itu," tutur Butet.

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS