Suara.com - Pasangan ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu gagal meraih poin perdana pada laga pertama penyisihan Grup A BWF World Tour Finals 2018, Rabu (12/12/2018).
Mereka kembali harus takluk dari pasangan Jepang, Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi, di Tianhe Gymnasium, Guangzhou, Cina.
Greysia/Apriyani menyebut tak mampu tampil konsisten. Mereka kerap kali berada dalam situasi tertekan.
Tekanan yang dilancarkan ganda putri Jepang peraih medali emas Olimpiade 2016 itu, dinilai 'merusak' pola permainan Greysia/Apriyani, hingga akhirnya kalah dengan skor 11-21 dan 16-21.
"Lawannya sudah enggak mudah dari pertandingan pertama. Sebetulnya tadi kami tetap mau main di pola kami, tapi kami kurang konsisten," ujar Greysia dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com, Rabu (12/12/2018).
"Di game pertama kami belum siap dan seperti kata Kak Greys, kami tidak bisa menjaga konsistensi sampai akhir permainan. Sudah coba pakai pola kami," tukas Apriyani.
![Pasangan ganda putri, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, takluk dua game langsung dari Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi (Jepang) dalam laga perdana Grup A BWF World Tour Finals 2018, di Tianhe Gymnasium, Guangzhou, Cina, Rabu (12/12/2018). [Humas PBSI]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2018/12/12/28779-greysia-poliiapriyani-rahayu.jpg)
Konsekuensi dari kekalahan ini membuat Greysia/Apriyani harus memenangi dua laga sisa penyisihan Grup A BWF World Tour Finals 2018, menghadapi Chen Qingchen/Jia Yifan dan Du Yue/Li Yinhui.
Itu dilakukan demi memastikan menjaga peluang lolos ke semifinal BWF World Tour Finals 2018.
"Makanya kami tidak mau memikirkan ini sampai berlarut-larut, masih ada dua pertandingan penyisihan lagi," tutur Greysia.
"Bagaimana caranya harus dapat poin (angka) banyak, ini kan sistem round robin, poin kan berharga. Tadi kami berusaha untuk dapatkan poin sebanyak mungkin," beber Greysia.
Di pertandingan lanjutan Grup A BWF World Tour Finals 2018, Greysia/Apriyani akan menghadapi Chen/Jia, Kamis (13/12/2018).