Indonesia Masters: Tunggal Putri Berharap Berjaya di Negeri Sendiri

Rizki Nurmansyah | Arief Apriadi
Pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Fitriani, menjuarai Thailand Masters 2019, Minggu (13/1). [Humas PBSI]
Pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Fitriani, menjuarai Thailand Masters 2019, Minggu (13/1). [Humas PBSI]

Indonesia Masters 2019 akan bergulir pada 22-27 Januari 2019.

Suara.com - Sektor tunggal putri Indonesia mengawali 2019 dengan optimisme tinggi. Satu gelar dari Thailand Masters 2019 yang dipersembahkan Fitriani berarti banyak bagi sektor yang sudah lama absen menyumbang prestasi bagi Indonesia itu.

Sebelum Fitriani membangkitkan kembali optimisme sektor tunggal putri, ada nama Gregoria Mariska Tunjung yang tahun lalu turut mencuri perhatian.

Setelah meraih gelar juara di Kejuaraan Dunia Junior 2017, grafik penampilan Gergoria terus menanjak hingga peringkatnya kini menembus posisi 14 dunia.

Pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung. [Humas PBSI]
Pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung. [Humas PBSI]

Asisten Pelatih Tunggal Putri Pelatnas PBSI, Minarti Timur optimis jika prestasi anak didiknya bisa lebih meningkat di tahun perdana pengumpulan poin Olimpiade 2020 tersebut.

Setelah mengikuti dua rangkaian BWF World Tour 2019, yakni Thailand dan Malaysia Masters, Minarti berharap Fitriani cs bisa berjaya Indonesia Masters 2019, yang akan berlangsung di rumah sendiri tepatnya Istora Senayan, Jakarta.

Berdasarkan hasil undian yang telah dilakukan, di babak pertama, Fitriani akan menghadapi wakil Denmark, Line Kjaersfeldt. Sedangkan Gregoria akan ditantang Aya Ohori (Jepang).

Pelatih tunggal putri Indonesia, Miniarti Timur (Suara.com/Arief Apriadi)
Asisten Pelatih Tunggal Putri Pelatnas PBSI, Miniarti Timur. [Suara.com/Arief Apriadi]

Sementara, Ruselli Hartawan harus memulai dari babak kualifikasi. Pebulutangkis 21 tahun itu akan menghadapi wakil China Taipei, Li Chiang Ying.

"Semua ada kans menang, yang penting pantang menyerah dulu, apalagi kami tuan rumah dan didukung penonton di Istora. Mudah-mudahan bisa tampil bagus," ujar Minarti dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com, Kamis (17/1/2019).

Di Indonessia Masters 2019, Minarti tak memberikan target khusus bagi anak didiknya. Fitriani dan kolega hanya dituntut untuk tampil sebaik mungkin.

"Mungkin anak-anak punya target pribadi. Kalau dari saya, yang penting mereka bisa mengeluarkan kemampuan maksimal mereka, nekat, berani, siap capek dan fokus. Menang kalah itu urusan nanti. Tuhan yang menentukan, yang penting mau berusaha," tambahnya.

Pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Ruselli Hartawan, berhasil mengalahkan peraih emas Olimpiade 2012 London asal Cina, Li Xuerui, dalam penyisihan Grup D Piala Uber 2018 yang dimenangkan Cina dengan skor 3-2, Rabu (23/5/2018). [Humas PBSI]
Pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Ruselli Hartawan, berhasil mengalahkan peraih emas Olimpiade 2012 London asal Cina, Li Xuerui, dalam penyisihan Grup D Piala Uber 2018 yang dimenangkan Cina dengan skor 3-2, Rabu (23/5/2018). [Humas PBSI]

Selain tiga wakil di atas, sektor tunggal putri Indonesia juga akan diwakili dua pemain non-pelatnas PBSI, yakni Dinar Dyah Ayustine dan Lyanny Alessandra Mainaky.

Indonesia Masters 2019 sendiri akan bergulir pada 22-27 Januari 2019.

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS