Sekjen PBSI: Liliyana Natsir Penyelamat Indonesia di Pentas Dunia

Bangun Santoso | Arief Apriadi
Pebulutangkis spesialis ganda campuran Indonesia, Liliyana Natsir, seusai menghadiri konferensi pers Indonesia Masters 2019 di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Senin (21/1/2019). [Humas PBSI]
Pebulutangkis spesialis ganda campuran Indonesia, Liliyana Natsir, seusai menghadiri konferensi pers Indonesia Masters 2019 di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Senin (21/1/2019). [Humas PBSI]

"Liliyana Natsir adalah champion pebulutangkis putri Indonesia paling lengkap," kata Sekjen PBSI Achmad Budiharto.

Suara.com - Sekretaris Jendral (Sekjen) PBSI, Achmad Budiharto menyebut Liliyana Natsir punya peran besar dalam mengangkat prestasi bulutangkis Indonesia.

Dalam satu dekade terakhir, Liliyana disebutnya telah menjadi penyelamat nama Indonesia dikancah internasional.

Liliyana adalah pebulutangkis putri spesialis ganda campuran. Selama 16 tahun karirnya di pelatnas PBSI, Butet—sapaan akrab Liliyana—sudah memenangi banyak gelar bergengsi, termasuk medali emas Olimpiade 2016 Rio de Janeiro.

Menurut Budiharto, medali emas Olimpiade 2016 menjadi tolak ukur bagaimana kehebatan seorang Liliyana Natsir.

Butet disebutnya telah mengembalikan kebanggaan Indonesia sebagai peraih medali emas Olimpiade.

"Liliyana Natsir adalah champion pebulutangkis putri Indonesia paling lengkap sejauh ini. Ia telah meraih gelar-gelar kejuaraan bergengsi di dunia baik yang digelar di Indonesia dan luar negeri.

Infografis Liliyana Natsir. [Suara.com//Aldie Syaf Bhuana]
Infografis Liliyana Natsir. [Suara.com//Aldie Syaf Bhuana]

Selama kariernya bersama Nova Widianto maupun Tontowi Ahmad, Liliyana telah mendapatkan banyak gelar bergengsi.

Sebut saja juara All England tiga kali beruntun, empat kali juara dunia, dan beberapa turnamen bergengsi lainnya.

Apa yang telah diukir Liliyana menurut Budiharto patut dikenang dan dihargai.

Oleh karena itu, saat Liliyana memutuskan pensiun akhir Januari nanti, wajar jika PBSI dan seluruh pecinta bulutangkis dunia memberikan penghormatan bagi atlet 33 tahun kelahiran Manado, Sulawesi Utara tersebut.

Sebagaimana diketahui, PBSI akan menggelar pesta perpisahan untuk Liliyana Natsir.

Pesta tersebut akan dilangsungkan pada hari terakhir Indonesia Masters 2019 yakni Minggu (27/1/2019) pukul 12:00 WIB di Istora Senayan, Jakarta.

"Butet selalu menjadi penyelamat kebesaran nama Indonesia di pentas dunia, oleh karena itu wajar bagi PP PBSI dan masyarakat Indonesia mengucapkan terima kasih pada butet," tukasnya.

Liliyana sendiri kini tengah berjuang di Indonesia Masters 2019 yang merupakan turnamen terakhirnya sebelum gantung raket.

Bersama Tontowi Ahmad, Liliyana Natsir akan menghadapi wakil Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying di babak semifinal, Sabtu (26/1/2019).

Komentar

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS